SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lamongan mengklaim kalau musim kemarau tahun ini tidak mempengaruhi produksi tanaman pangan. Pasalnya, petani Lamongan sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi agar tanaman mereka tidak kekurangan pasokan air. Klaim tersebut disampaikan oleh Rujito Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lamongan kepada wartawan, Rabu (4/10/2017), karena para petani di Lamongan juga sudah mengatasi kekurangan pasokan air dengan pemasangan sumur air di areal sawah. " Pembuatan sumur air sudah dilakukan sebagai antisipasi sawah tadah hujan yang terbiasa kekurangan air saat musim kemarau, kalau tidak ada sumber tidak mungkin petani bertaman,"ujarnya. Petani di Lamongan, tambah Rujito, selama ini melakukan pola tanam tidak berdasarkan hujan tapi pertimbangan faktor ketersediaan air. Rujito mencontohkan, para petani di Kecamatan Turi yang tetap banyak yang menanam padi dan sumber airnya dari air tanah dengan menyedot pakai pompa. "Di sisi lain, saat musim kemarau juga lebih sedikit serangan hama. Kalaupun ada hama di sejumlah titik, masih bisa diatas," terangnya. Sementara, untuk mengantisipasi kekurangan stok pupuk dan pemberian subsidi tani dan penyaluran kredit di bidang usaha pertanian, Pemkab Lamongan juga sudah menerbitkan kartu tani. Kartu Tani di Lamongan ini penerbitannya bekerjasama dengan lembaga perbankan nasional yang ditargetkan untuk diberikan kepada 121.335 orang petani. Untuk mengakses fasilitas kartu ini, sudah ada 259 kios pengecer pupuk yang menjadi mitra. Kartu Tani ini selain untuk mengatur pemberian subdisi, juga nantinya untuk penyaluran kredit di bidang usaha pertanian serta sebagai database sektor pertanian.jir
Editor : Redaksi