SURABAYAPAGI.com-Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNTP) telah menemukan 19 pesantren terindikasi mengajarkan paham redikal. Mendengar hal itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan tidak ada pesantren yang mengajarkan paham radikal.
"Tidak benar dalam kacamata Kementerian Agama kalau ada yang mengatakan pesantren itu mengajarkan hal-hal, ajaran-ajaran agama radikal, ekstrem," ucapnya di Kantor Wakil Presiden. Menurutnya, jika ada lembaga keagamaan yang mengajarkan paham radikal, maka tidak serta merta dikaitkan dengan pesantren. Selain itu, tidak bisa juga diklaim sebagai pesantren yang terindikasi radikal. "Kalau ada yang mengajarkan seperti itu pasti bukan pesantren," tambahnya
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, pada dasarnya pesantren adalah penebar ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin. Di Indonesia, pesantren memiliki sejarah panjang dan punya kontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia.
"Di Indonesia pesantren memberikan kontribusi yang luar biasa dalam menebarkan Islam yang moderat, Islam Rahmatan Lil Alamin. Jadi tidak mungkin kalau ada pesantren mengajarkan ajaran-ajaran yang ekstrem," ucapnya. Rencananya, 19 pesantren tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dibicarakan bersama. iy
Editor : Redaksi