SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Nama Bupati Trenggalek Emil Dardak kembali meramaikan bursa Cawagub pada Pilgub Jawa Timur 2018. Pasca disebut-sebut oleh Megawati Soekarnoputri dalam kunjungan ke Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, kemarin nama Bupati yang terhitung masih muda tersebut kembali disebut masuk radar Partai Demokrat untuk diberikan tiket Cawagub.
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Mochtar W. Oetomo berpendapat bahwa terjunnya Emil Dardak dalam kancah kontestasi Pilgub Jatim akan dapat menimbulkan harapan baru. Secara intelektual, sosok Emil Dardak juga sudah dapat cukup mendapat pengakuan
“Secara intelektual, Emil sudah sangat dapat diakui. Usia dia masih muda, tetapi sudah selesai pendidikan S3. Dengan usia yang masih muda itu juga, diharapkan ide-ide inovatif dan akseleratif bisa muncul dari sosok Emil Dardak,” kata Mochtar.
Pria yang juga Direktur Surabaya Survey Centre tersebut juga menambahkan bahwa Emil Dardak memiliki modal lain yang bisa dibilang sangat besar untuk terjun ke dalam kontestasi Pilgub Jatim. “Sosok Arumi Baschin yang menjadi istri dari Emil dinilai Mochtar juga dapat mendongkrak popularitas dari Emil Dardak. Hal tersebut pernah terbukti pada saat Pilbup Trenggalek dua tahun yang lalu,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, pengamat politik asal Unair Suko Widodo juga memiliki pendapat yang sama. Menurut Suko, Emil dapat menjadi harapan baru bagi para pemilih Jawa Timur yang sudah mulai bosan dengan sosok yang itu-itu saja. Emil dapat menjadi magnet bagi pemilih muda untuk melengkapi sosok La Nyalla yang sudah teruji dalam dunia ekonomi dan bisnis.
“Perpaduan antara dengan Emil Dardak ini akan menarik. Emil yang memiliki karakter cerdas dan charming bisa menjadi pelengkap yang baik. Kombinasi Senior dan Junior seperti sangat mungkin untuk meraup dukungan dari para pemilih di Jawa Timur,” jelas Suko.
Sementara itu, Emil Dardak dalam berbagai kesempatan mengaku masih perlu waktu untuk mempersiapkan diri dan mental untuk benar-benar terjun di Pilgub Jawa Timur. “Saya tidak bisa bilang pasti maju atau tidak maju. Tetapi, saya juga perlu waktu untuk konsultasi dengan para Sesepuh di Trenggalek untuk memantapkan sikap selanjutnya,” katanya beberapa waktu yang lalu. ifw
Editor : Redaksi