SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Kompetisi Film Pendek dalam rangka Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2018 kembali digelar pendaftarannya akan buka sampai pada tanggal 30 November. Tahun ini, satu pemenang telah diterbangkan ke Australia dan karyanya ditampilkan dalam Festival Film Internasional Melbourne (MIFF).
Film pendek besutan Mahesa Desaga dengan judul “Nunggu Teka”. Film tersebut menjadi pemenang pilihan juri dalam Kompetisi Film Pendek FSAI 2017 dan sempat diputar pada perhelatan MIFF 2017.Ada pula pemenang pilihan penonton yang diraih film pendek “Ibu dan Anak Perempuannya” besutan Happy Salma.
Agenda peluncuran kompetisi film pendek FSAI 2018 di IKJ itu, Dubes Grigson juga menyampaikan apa saja kriteria dari kompetisi film pendek tersebut kepada mahasiswa dan media.
“Yang penting adalah imajinasi anda. Memang ada penilaian untuk kemampuan teknik, tapi yang terpenting adalah apa yang ada di sini (menunjuk kepala).”
Pemenang kompetisi film pendek ini, beserta karya mereka, akan diumumkan dan diputar pada ajang FSAI 2018 di bulan Januari tahun depan. Kompetisi Film Pendek FSAI 2018 dibuka hingga 30 November.
Menurut Rektor IKJ, Seno Gumira Ajidarma, selama ini hubungan antara Indonesia dengan Australia di bidang budaya, utamanya perfilman, memang belum bersifat industrial, namun sangat berpotensi menuju ke arah sana.
“Tapi itu harus dilakukan lebih serius, menawarkan alternatif. Misalnya, kelebihan Australia itu kan pasti teknologi, nah gantinya apa di Indonesia?. Ide? Ide gila?. Jadi memang harus mengimbangi. Saya kira, itu bisa berjalan,” ujarnya kepada Nurina Savitri dari ABC. hm
Editor : Redaksi