SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan pasokan listrik selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tetap andal dan stabil.
Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ke kantor PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Jumat (20/2/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan sistem kelistrikan menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga puncak perayaan Idul Fitri, yang identik dengan lonjakan kebutuhan listrik di berbagai sektor.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menjelaskan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Jawa Timur saat ini masih dalam kategori aman.
Beban puncak tertinggi tercatat sebesar 2.036 megawatt (MW), sementara daya mampu netto mencapai 2.638 MW, sehingga tersedia cadangan daya sekitar 602 MW atau setara 22 persen.
Ia menambahkan, berdasarkan tren lima tahun terakhir, beban listrik saat Idul Fitri cenderung lebih rendah dibandingkan hari normal, bahkan dapat turun hingga sekitar 32 persen.
Meski demikian, PLN tetap melakukan berbagai langkah antisipatif guna menjaga keandalan pasokan listrik selama periode siaga.
Sejumlah pemeliharaan instalasi telah dilaksanakan lebih awal sebagai langkah preventif untuk meminimalkan potensi gangguan saat momen puncak perayaan.
Selain itu, sebanyak 1.207 personel disiagakan selama 24 jam penuh, didukung peralatan penunjang guna memastikan sistem transmisi tetap berjalan optimal.
PLN UIT JBM juga memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri dalam rangka pengamanan objek vital kelistrikan selama masa siaga Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam tinjauan tersebut, Emil Dardak turut melihat langsung fasilitas Control Center Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur.
Ia menilai command center yang dimiliki PLN telah dilengkapi teknologi canggih untuk memantau keseimbangan sistem kelistrikan secara real time.
Emil mengapresiasi respons cepat PLN dalam menangani gangguan kelistrikan selama ini, sehingga masyarakat dapat merasakan layanan listrik yang lebih andal.
“Kami berterima kasih atas response time PLN yang sangat baik. Ketika terjadi gangguan atau pemadaman, PLN segera merespons dengan cepat dan melakukan langkah tindak lanjut,” ujarnya.
Selain meninjau sistem pengendalian beban, Emil juga mengapresiasi pengembangan proyek Gardu Induk 500 kV di Waru, Sidoarjo.
Proyek tersebut dinilai strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan, khususnya untuk mendukung kebutuhan listrik kawasan metropolitan di Jawa Timur.
PLN UIT JBM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas, guna mendukung kenyamanan masyarakat, khususnya umat Muslim dalam menjalankan ibadah selama Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan aman dan khidmat. Byb
Editor : Redaksi