SD SMP se Surabaya Pawai Asmaul Husna

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mengambil start dari Gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, sebanyak 20.000 siswa diarak sembari melantunkan gema asmaul husna dan juga salawat. Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram diperingati meriah oleh siswa SD SMP se Surabaya dengan pawai taaruf (08/10). Geanena Nathania Ramadhani, salah satunya. Siswa kelas lima SDN Pakis 3 ini bersemangat melantunkan 99 nama Allah, sembari membawa papan bertuliskan ajakan kebaikan. Sholatlah sebelum kamu disholati, begitu yang ditulis dalam papan yang dibawa Gea. Ada pula peserta pawai yang lain membawa tulisan Cinta Allah, Cinta Rasul. Selama pawai, gema asmaul husna yang berkumandang pun disambung dengan gema salawat. "Biasanya kalau tahun baru pakai petasan, tapi karena ini tahun baru Islam, cara merayakannya juga dengan kegiatan yang bernuansa islami," kata Nena yang diwawancarai di Taman Surya, tempat finish pawai. Peringatan tahun baru Islam dengan pawai taaruf ini selalu dinantikan. Sebab menurut bocah 11 tahun ini, menjadi momen bertemu dengan teman antar sekolah. Hal senada juga disampaikan Azila Zinkind, teman satu kelas Gea, mengatakan pawai taaruf juga menjadi ajang untuk mengevaluasi diri. "Setiap tahun pawai, tapi kali ini beda ada lombanya. Makanya semangat jalan, walau capai. Tapi tidak terasa karena bareng teman-teman banyak," ucap Zila. Usai melakukan pawai, di Taman Surya, para siswa SD SMP tersebut diberi wejangan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dalam kesempatan itu, Risma meminta anak-anak Surabaya untuk rukun. Tidak bertengkar satu sama lain, karena ia mengingatkan sesama muslim itu bersaudara. "Kemarin ada teman kakak kalian yang bertengkar. Dari Bonek dan PSHT. Jangan begitu ya, kalian itu semua bersaudara. Tidak ada yang lebih jago sehingga pantas untuk berkelahi," ucap Risma. Tidak hanya itu, Risma juga mengingatkan anak-anak untuk cerdas dalam menggunakan internet. Saat membaca komentar di media sosial misalnya. Jika ada yang mengajak untuk berkelahi, tawuran, atau bully, ia meminta siswa untuk tidak mudah terprovokasi. "Kalian jangan mau. Kalian harus tahu alasannya apa. Masak diajak tawuran, bully kalian mau-mau saja. Bahkan ada lho yang perempuan," kata Risma. Menurutnya saat masih muda dan berkesempatan untuk belajar, Risma mengajak anak-anak untuk fokus pada cita-cita. Anak-anak Surabaya harus sukses agar nantinya bisa menolong orang yang tidak mampu, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menyebutkan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar untuk silaturahmi para siswa di Surabaya. Peserta yang diperkirakan hanya mencapai 10.000 siswa ternyata membludak sampai dua kali lipat. "Tema yang diangkat adalah asmaul husna. Kami ingin agar nilai-nilai dari asmaul husna tidak hanya dibawa oleh siswa Surabaya, tapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ikhsan. Nilai-nilai agama menurutnya adalah pondasi kepribadian anak. Sehingga harus ditanamkan sejak dini, salah satunya dengan media pawai taaruf dan juga lomba memperingati tahun baru Islam kali ini. Usai pawai, para siswa juga diberi ruang untuk unjuk kebolehan. Mulai tapak suci, menyanyi religi dan juga penampilan kreativitas yang lain. St/sry

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru