Pelayanan Jemput Bola di Puwakarta

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Purwakarta – Sejak awal 2008 silam Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menggagas Program Gempungan di Buruan Urang Lembur atau berkumpul di halaman belakang orang kampung. Program ini merupakan pelayanan jemput bola dari beberapa dinas kepada masyarakat. Biasanya kegiatan ini dipusatkan di lapangan desa atau kantor desa setempat. Berbagai macam pelayanan mulai dari keluarga berencana, pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan sampai izin usaha didekatkan kepada masyarakat dengan datang secara langsung ke lapangan. Dedi selalu menekankan kepada para petugas dinas agar memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang harus melakukan pelayanan dengan jemput bola. “Kampanye Pak Bupati itu selalu pelayanan. Jadi bukan warga yang datang ke kantor dinas. Tetapi para petugas dinas yang datang kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan,” jelas Hendra Fadly, kepala Bidang Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Purwakarta, Selasa (10/10/2017). Setiap hari Senin dan Rabu di Purwakarta, para petugas dinas berangkat dari kantor masing-masing menuju desa yang sudah terjadwal sebelumnya untuk diberikan pelayanan. Untuk pelayanan di lapangan sendiri berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Warga sebelumnya diberi informasi oleh pengurus RT dan RW setempat soal pelayanan jemput bola ini. Salah satu program jemput bola ini adalah pelayanan di bidang keluarga berencana. Program ini disebut mampu mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Purwakarta. Menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Purwakarta, selama 10 tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini tidak lebih dari 10 persen. Pada Tahun 2012, jumlah penduduk Purwakarta tercatat sebanyak 882.779 jiwa, sedangkan pada tahun 2016 jumlah itu hanya bertambah menjadi 932.701 jiwa. “Ini berkat Program Gempungan yang digagas Pak Bupati sejak pertama kali menjabat. Hasilnya sudah terlihat,” kata Hendra.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru