Sejumlah parpol menengah disebut-sebut bakal mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur (Cagub) pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Sebut saja, Partai Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura dan PPP. Meski begitu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih merasa yakin Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang diusungnya akan menjadi pemenang di Pilgub. Seperti apa kalkulasinya?
------------
Laporan : Ibnu F Wibowo, Azmi, Riko Abdiono-, Editor : Ali Mahfud
Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar mengklaim kemenangan Gus Ipul di Pilgub 2018 sudah di depan mata. Sebab, sebagian pendukung Khofifah di Muslimat NU berbalik mendukung jagonya. "Salah satu agenda hari ini (kemarin) adalah penyerahan dan sosialisasi terbitnya keputusan DPP terkait dengan calon gubernur Jatim yang diusung PKB," kata Halim di hadapan pengurus DPC PKB se-Jatim di Hotel Novotel, Surabaya, Rabu (11/10) kemarin.
Menurut kakak kandung Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar ini, agenda partai pada hari ini sangat penting dalam rangka memenangkan Pilgub Jawa Timur tahun depan. "Ini penting, karena berbagai upaya sosialisasi sudah kita lakukan. Beberapa hari lalu, kita diundang oleh Forum Silaturahmi Bu Nyai dan Mubalighoh se-Jatim 4.444."
"Tempatnya juga luar biasa di Pondoknya Syaichona Cholil, Bangkalan. Lah ini kita juga kaget tahu-tahu ada acara seperti itu. Karena seneng ya sudah, meskipun acara banyak, semua acara kita tinggalkan, kita menghadiri acara itu, dalam arti ketemu Bu Nyai," sambung Halim.
Dalam acara yang digelar pada 7 Oktober lalu itu, Halim beserta jajarannya hadir, termasuk Gus Ipul. Halim juga mengaku mendapat informasi kalau acara tersebut akan berlanjut di kawasan Tapal Kuda, Mataraman, hingga kawasan Arek. "Ini merupakan anugerah. Apalagi kemarin yang pidato itu sudah sepuh-sepuh, tokoh-tokoh Muslimat sepuh dan hampir semuanya muhajirin."
Halim menceritakan kembali pidato para Bu Nyai di acara tersebut, terutama pidatonya Bu Nyai Mudrikah asal Malang dan Bu Nyai Makiyah As’ad Sukorejo. "Jadi saya (Bu Nyai Mudrika) ini sekarang hijrah. Saya (Halim) bingung maksudnya hijrah apa? Karena ini bulan Muharam, saya (Bu Nyai Mudrika) juga hijrah. Hijrah apa nyai? Hijrah dari, dulu dukung Bu Khofifah sekarang dukung Gus Ipul. Itu Bu Nyai Mudrikah, tokoh Muslimat sepuh dari Malang," cerita dia.
Pidato kedua, lanjut dia, juga menyinggung soal hijrah dari mendukung Khofifah ke Gus Ipul. "Nyai Makiyah, dari Makiyah As’ad Samsul Arifin, putranya Kiai As’ad Samsul Arifin Sukorejo, saudara dekatnya Pak Badrut Tamam. Beliau juga dawuh: Saya hijrah. Mengapa saya hijrah, karena dulu, waktu Kiai Fawakhid masih sugeng (sehat), beliau dawuh: pokoknya Gus Ipul maju sebagai calon gubernur, maka Sukorejo harus total mendukung Gus Ipul."
“Pada saat itu (2008 dan 2013) mendukung Khofifah. Karena dulu Bu Khofifah calon gubernur, Gus Ipul hanya calon wakil gubernur. Karena saat ini Gus Ipul calon gubernur, Sukorejo pun dukung Gus Ipul,’ sambungnya.
Menurut Halim, ini merupakan hal yang sangat positif. Maka, dia tambah yakin Gus Ipul akan memenangkan Pilgub Jatim. "Kalau dulu yakin, sekarang ini yakinnya semakin, ainulyakin, hakulyakin, bahwa 2018 nanti, hampir pasti akan dimenangkan Gus Ipul yang diusung oleh PKB," ujarnya.
Editor : Redaksi