SURABAYAPAGI.com - Gubernur Jatim Soekarwo juga langsung memberikan jawaban atas tantangan pembangunan di Jawa Timur yang terus berkembang ditengah iklim globalisasi yang semakin ketat ini. Gubernur Soekarwo dalam sambutannya saat Sidang Paripurna istimewa di DPRD Jatim mengaku sudah menyusun inovasi yang disebut dual track strategy pembangunan Sumber Daya Manusia di Jawa Timur.
Soekarwo mengatakan, Dual track strategy itu meliputi sektor formal dan strategi non formal. Tidak saja untuk penempatan SDM di dunia kerja. Namun juga dalam rangka menciptakan wirausaha-wirausaha yang punya daya saing untuk menguasai pasar dalam negeri maupun pasar global. “Fokus pada pengembangan SDM dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Ditambahkan Soekarwo, strategi formal akan diarahkan dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum yang diampu perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya. Berupa rencana aksi, pilihan SMA - PTN. Lalu meningkatkan kualitas workshop SMK. Kemudian pembentukan SMK Pembina sebagai rujukan sekolah swasta sebanyak 250 sekolah dengan target 1 SMK standar nasional rujukan Pembina SMK swasta. “Sehingga nanti akan terdapat 1250 SMK yang dibina Provinsi,” jelasnya di Gedung DPRD Jatim, (12/10).
Selain itu, kata Soekarwo, pada strategi non formal akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil dan bersertifikat. Melalui pelatihan tenaga kerja terampil bersertifikat di 16 UPT pelatihan kerja. Dengan target 30.032 orang. Ditambah SMK mini yang sampai 2016 telah dibentuk diselenggarakan pelatihan sebanyak 264 lembaga terakreditasi A sebanyak 132 unit, Akreditasi B sebanyak 90 unit, Akreditasi C 26 unit serta non akreditasi sebanyak 16 unit. “Dengan siswa sebanyak 47520. Tahun 2018 dilanjutkan peningkatan kualitas lulusan SMK mini dengan target 50 ribu siswa,” ungkap pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo ini.
Dual Track strategy ini, merupakan strategi membangun yang berkualitas, standar terampil bersertifikat yang akan mampu memiliki daya saing di dunia kerja. Maupun akan mampu menjadi wirausaha yang akan terkoneksi pada saat berproduksi dengan strategi pembiayaan bunga murah maupun fasilitasi pasar. “Baik pasar domestik maupun global. Produk-produk wirausaha hasil pembangunan SDM tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jatim,” terangnya.
Pembangunan SDM, kata Pakde Karwo akan mampu mempercepat provinsi ini memiliki strategi pembangunan ekonomi yang berbasis keterampilan, keahlian SDM atau Human Development this economy yang didukung oleh penggunaan SDA yang terkendali untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Jatim yang kita cintai bersama.
Pada peringatan Hari Jadi ini, mari kita berkomitmen sekuat tenaga dan berupaya dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Jawa Timur. “Saat ini kita dihadapkan investasi publik yang sangat terbatas. Namun kita tetap berinovasi dalam mendesain pembiayaan pembangunan,” ujar Pakde Karwo.
Dengan posisi fiskal melalui kebijakan fasilitasi segmen usaha besar dan kebijakan stimulasi untuk segmen UMKM. Pembangunan infrastruktur Kebijakan afirmasi dalam bidang pelayanan dasar pelayanan kemiskinan. “Sekarang ada istilah anggaran fleksibel. Belum tentu dibayar maka kita mengusulkan ini untuk kepentingan rakyat, untuk mendukung dual track strategy human development dalam menciptakan kewirausahaan dan mencetak tenaga terampil bersertifikat. Dan untuk itu harap dukungannya kepada segenap pimpinan dan Anggota DPRD,” pungkas Pakde Karwo. Rko/**
Editor : Redaksi