BPKAD Usulkan Kenaikan Gaji Ribuan PPPK Paruh Waktu di Tulungagung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo. SP/ TLG
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kondisi 5.400-an gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu Tulungagung yang hanya mendapat gaji antara Rp350.000-400.0000/bulan, dinilai tidak layak. Sehingga, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung mengusulkan kenaikan gaji pada tahun ini. Peningkatannya diusulkan menjadi .Rp750 ribu atau Rp1 juta.

"Kita lagi menghitung untuk dinaikkan. Jadi kalau P3K patokannya yang kita pikirkan untuk paruh waktu. Ini mungkin sejalan dengan aspirasi dari teman-teman guru saat melakukan hearing," jelas Kepala BPKAD Tulungagung, Dwi Hary Subagyo, Kamis (11/06/2026).

Dari hasil kajian pemerintah daerah, besaran usulan jumlah kenaikan gaji PPPK paruh waktu menjadi Rp750 ribu dan Rp1 juta/bulan. Sedangkan untuk dua opsi yang diusulkan tersebut telah dihitung dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dan jika kenaikan disetujui tahun ini maka para pegawai paruh waktu tersebut diperkirakan akan menerima peningkatan sekitar empat bulan.

"Kalau tahun ini (dinaikkan) kemungkinan masih realistis karena kita ngitungnya nanti memasukkannya di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Kalau PAK-nya Agustus, maka September, Oktober, November, Desember, 4 bulan mereka dapat tambahan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dwi Hary menyebut penentuan besaran kenaikan gaji harus dihitung secara cermat, sebab penyediaan anggaran harus konsisten setiap tahun dan tidak bisa diturunkan atau dialihkan ke pembiayaan lain. "Ya harus konsisten. Beda dengan anggaran infrastruktur bisa dikurangi atau direfokusing," jelas Hary.

Dan untuk memenuhi kebutuhan gaji PPPK paruh waktu tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp13 miliar/tahun. Pihaknya memastikan kenaikan itu tidak akan mengubah komposisi belanja pegawai. "Karena PPPK paruh waktu kami ambilkan dari belanja barang dan jasa," imbuhnya.

Di sisi lain, BPKAD justru khawatir dengan wacana pengalihan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu, sebab jumlah anggaran yang dibutuhkan membengkak dan mempengaruhi komposisi belanja pegawai. "Yang kami pikirkan untuk tahun 2027, 2028, ini kondisi fiskal tidak tidak menentu bukan hanya di APBD ya, di APBN dan kondisi dana transfer itu kita tidak tahu," imbuhnya. tl-02/dsy

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkot Madiun Bakal Perbaiki Drainase Rusak hingga Pengolahan Ipal

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menyusul temuan di sejumlah lokasi saluran drainase di Kota Madiun yang telah mengalami kerusakan, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat…

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Pemkab Malang Ubah Paradigma Sound Horeg: Dari “Adu Keras” Jadi “Adu Kreativitas"

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penggunaan pengeras suara atau sound system (sound horeg) di tengah…

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Ditarget Rampung 16 Desember, Pembangunan Jembatan Candinegoro Terus Dikebut

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menyusul deviasi progres fisik yang mencapai minus 9,94 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengebut pembangunan…

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Salah satu strategis dalam membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung swasembada gula nasional, Pemerintah…

Cegah Super Flu, Dinkes Kota Madiun Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Cegah Super Flu, Dinkes Kota Madiun Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Kamis, 08 Okt 2026 11:19 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya dalam mencegah penularan penyakit super flu atau varian influenza A H3N2 subclade K, Dinas Kesehatan (Dinkes-PPKB)…

Penuhi Kebutuhan Bapok, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM di Tengah Kemarau Panjang

Penuhi Kebutuhan Bapok, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM di Tengah Kemarau Panjang

Kamis, 08 Okt 2026 10:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memenuhi kebutuhan bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) di tengah…