SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dua anak almarhum Choirul Huda, Muhammad Rahul Maulana dan Muhammad Rasyad Rafhael Ramadhan, yang kini masih duduk dibangku SD dan SMP di Lamongan, untuk keberlangsungan pendidikannya, Pemkab Lamongan akan memberikan pembiayaan pendidikan keduanya hingga lulus SMA. Kepastian menanggung biaya pendidikan tersebut, disampaikan bupati Lamongan H Fadeli, saat kembali datang di rumah duka legenda sepak bola Lamongan itu, Senin (16/10/2017), yang ditemani Sekkab Yuhronur Efendi, Kapolres AKBP Juda Nusa Putra bersama jajaranya, dan pengurus serta manajemen Laskar Joko Tingkir. "Untuk kedua anak almarhum kita berikan pembiayaan pendidikan sampai lulus SMA, pembiayaan pendidikan ini beda dengan beasiswa," kata Fadeli kepada wartawan. Pemberian itu lanjut Fadeli, sebagai apresiasi atas dedikasi, loyalitas almarhum yang selama 18 tahun sebagai pemain, pejuang dan pahlawan di Persela Lamongan, apalagi sang legenda tidak pernah berganti ke club lain, meski club-club besar di tanah air menawarinya."Almarhum itu pejuang, pahlawan, sang legenda Lamongah, sepatutnya kami di Pemkab memberikan apresiasi dengan memperhatikan keberlangsungan pendidikan kedua anaknya,"terangnya. Bupati dalam kesempatan itu juga, atas nama masyarakat Lamongan kembali mengucapkan duka cita atas kepergian sang lehenda untuk selama-lamanya. Bupati juga menyampaikan beberapa usulan dari masyarakat Lamongan dan pencipta bola nasional, agar memberikan penghormatan kepada Choirul Huda, dengan membangunkan prasasasti patung bergambar almarhum, memberikan nama stadion, mes Persela dan jalan di Lamongan menjadi nama Choirul Huda, karena Huda layak menyandang gelar pahlawan untuk masyarakat Lamongan. Semua itu kata Fadeli, akan digodok dan dipertimbangkan dikemudian, dari beberapa usulan tersebut, mana yang layak dan pas untuk menandai perjuangan Choirul Huda." Saya sudah banyak mendapatkan usulan dari masyarakat dan pecinta bola, untuk membangunkan seperti yang diusulkan oleh masyarakat, dan kami akan kaji dan kita pertimbangkan, karena Huda adalah sang legenda,"akunya. Sementara itu, bupati juga menyampaikan kalau nomor punggung 1 yang biasa dipakai Choirul Huda selama 18 tahun membela Persela hingga akhir hayatnya, nomor tersebut akan dipensiunkan, dan tidak boleh nomer itu dipakai oleh pemain lain selama 10 tahun kedepan. "Setelah 10 tahun nanti akan dibicarakan lebih lanjut, sesuai dengan situasi dan kondisi kedepan,"katanya. Kedatangan orang nomor satu ke kediaman almarhum Choirul Huda tersebut, juga memberikan santuan kepada istri korban. Selain bupati, Kapolres Lamongan juga memberikan santunan itu ke istri Almarhamum."Saya ikut berduka atas meninggal mas Choirul Huda semoga hunsul khotimah,"ucap Kapolres AKBP Juda Nusa Putra. Sekedar diketahui, Choirul Huda kiper Persela meninggal dunia, setelah sebelumnya sempat tak sadarkan diri usai berbenturan dengan pemain Persela dan Semen Padang, dalam lanjutan Liga 1 pada Minggu (15/10/2017). Huda dinyatakan meninggal oleh pihak RSUD dr Soegiri sekitar pukul 16 45 WIB, karena trauma pada leher dan kepala. Almarhum pada Minggu malam langsung dikebumikan di pemakaman Islam Pagerwojo Kelurrahan Sukomulyo Kec/Kabupaten Lamongan, yang diiringi isak tangis ribuan suporter LA Mania dan masyarakat Lamongan, yang ikut mengantarkan legenda Persela ini ke peristirahatan terakhir.jir
Editor : Redaksi