SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Arzeti Bilbina, menggelar kegiatan sosialisasi 4 pilar wawasan kebangsaan dan halaqoh kebangsaan dengan tema seni budaya dan agama.
Kegiatan yang dihadiri istri Wakil Bupati Sidoarjo dan kader Muslimat, Fatayat, IPPNU, perempuan Bangsa dan pegiat seni Islam ini, digelar di Ponpes Al Musdzalifah Waru Sidoarjo, Kamis (19/10/2017)
Dalam ceramahnya pada tema halaqoh kebangsaan dengan tema seni budaya dan agama, Arzeti menegaskan, perlunya standarisasi profesi untuk memberdayakan dan memajukan profesi pekerja seni. "Standarisasi profesi pekerja seni ini, tujuannya untuk memberdayakan dan memajukan profesi pekerja seni. Bukan malah mematikan kreativitas pekerja seni," katanya.
Arzeti mengungkapkan, usulan standarisasi pekerja seni mencuat saat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebudayaan.
Ia menambahkan, usulan tersebut menjadi sangat menarik karena dapat membendung dampak globalisasi pada dunia keartisan di Indonesia. Sebab, besar kemungkinan para pekerja seni internasional masuk ke Indonesia karena telah memiliki sertifikasi internasional.
"Kita bukan hanya bicara soal finance, tapi lebih jauh kedepan. Standarisasi juga bermanfaat untuk membendung dampak globalisasi yang memungkinkan pekerja seni internasional masuk ke Indonesia," ucap Arzety.
Istri pengusaha Aditya Setiawan mengingatkan, jika seniman Indonesia tidak memiliki standarisasi maka saat bertandang ke luar negeri, seniman Indonesia tak akan dihargai.
Kendati kualitas pekerja seni Indonesia tidak kalah dengan kualitas seniman negara lain.
"Bedanya kita belum memiliki standar, sementara mereka telah memiliki standar dan sertifikat internasional," ujar Arzeti.
Pada kesempatan ini, Arzeti juga mengingatkan peran ulama baik kyai dan bu nyai, dari sejarah perjalanan bangsa ini, sejak penjajahan hingga merebut kemerdekaan.
Sejarah mencatat, para ulama lah yang menjadi pelopor dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah.
Sementara itu dalam sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila , UUD 1945 , NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Arzeti menegaskan semuanya adalah dasar dalam kehidupan bersama dalam berbangsa dan bernegara.
Karenanya, empat pilar ini menjadi penting dan wajib untuk dipegang, sebagai nilai normatif dan aplikatif dalam berbangsa dan bernegara.”Dalam Pancasila sangat jelas harkat dan martabat manusia mendapatkan kedudukan yang terhormat , harus mendapat perlakuan secara adil dan beradab , ” cetus Arzeti.
Anggota FPKB DPR -RI dari daerah pemilihan (dapil) Jatim 1 (Surabaya -Sidoarjo) ini menyampaikan , sosialisasi nilai nilai yang termaktub dalam 4 pilar ini, merupakan instrumentasi dari nilai 4 pilar untuk menjadi nilai acuan dan karakter masyarakat berbangsa dan bernegara.
”Sosialisasi 4 pilar ini digencarkan agar menjadi ” ruh” perilaku masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Pada kegiatan ini, bertindak sebagai nara sumber, halaqoh Hj. Aniek maslahah dari PW Fatayat NU Jawa Timur, dan dari Aswaja Center Jatim. sg
Editor : Redaksi