Masjid Dibongkar, Pegawai DPRD Sambat

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polemik pembongkaran masjid di kompleks Balai Pemuda dalam rangka pembangunan gedung baru DPRD Surabaya, terus berlanjut. Kali ini protes justru datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Darmawan. Menurutnya, pembongkaran masjid tidak solutif. Lho kok? Menurut Darmawan, dengan dibongkarnya masjid secara otomatis orang-orang di sekitar kompleks Balai Pemuda tidak bisa melakukan ibadah salat. Terlebih, di sekitar kompleks mayoritas orang beragama Islam. Darmawan mengatakan kalau pembangunan sudah dimulai, Pemkot Surabaya harusnya memberikan pengganti. Artinya ada ruangan yang dapat dipakai untuk kegiatan ibadah. "Kan Masjid termasuk salah satunya yang dibenahi dan renovasi. Kalau begitu ya harusnya ada ruangan mana disediakan sebagai pengganti beribadah, sambil nunggu selesai," ujar Darmawan, kemarin. Terkait desain pembangunan gedung DPRD yang baru, Aden, sapaan akrabnya, mengaku tidak tahu menahu. Yang ada hanyalah pembicaraan terkait anggaran. "Untuk progres pembangunan belum tahu sampai lantai berapa dan penggunaannya untuk apa. Belum ada pembahasan, tidak pernah dikasih desain," ucap Aden. Sementara itu, pantauan di lapangan, pembongkaran masjid sudah dilakukan menyeluruh. Sehingga tidak dapat dilakukan ibadah salat lagi. Ada seorang ibu yang sempat menanyakan spontan. "Kalau begini salatnya terus di mana ya?," ujar ibu tersebut lantas berjalan pergi. Selain itu, salah satu pegawai di lingkungan DPRD Surabaya mengatakan setiap harinya kesulitan menjalankan shalat. “Tidak ada mushalla di sini. Apalagi besok kita Jumatan dimana juga belum tahu,” ungkap pria asli Surabaya Timur yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan dalam berita ini. n alq

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru