SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Karena tugas dan tanggungjawabnya cukup besar, apalagi menyangkut nasib seseorang kiranya Panwascam harus bisa bekerja dengan baik, taat aturan sesuai dengan peraturan yang ada.
Pesan itu disampaikan oleh bupati Lamongan, H Fadeli dalam sambutan pengukuhan dan pengambilan sumpah anggota Panwascam di Pendopo Lokatantra setempat Kamis (26/10/2017). Dikatakannya, tugas dan tanggungjawab Panwscam kedepan tentunya lebih besar, apalagi pilkada kedepan adalah untuk mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, pada tahun 2018 mendatang. "Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur kedepan, sukses dan tidaknya adalah diantaranya karena peran Panwascam, untuk itu laksanakan tugas dengan baik,"pesan bupati. Selain harus melaksanakan tugas dengan baik, Fadeli berpesan agar anggota Panwascam untuk intens selalu berkomunikasi dengan semua pihak, dalam upaya mensukseskan pelaksanaan pilkada mendatang. Sementara itu, Ketua Panwaskab Lamongan Tony Wijaya menyebutkan, Panwascam yang diambil sumpah ini berjumlah 81 yang tersebar di 27 Kecamatan. Dilantiknya para Panwascam ini karena sudah melalui tahapan pajang mulai pendaftaran, tes hingga wawancara. Meski diakui oleh Tony, kalau sebagian dari anggota Panwascam sebagai guru dan menerima sertifikasi, namun karena tunjangan sertifikasi yang diterima cukup kecil dan baru diberikan dengan cara rapel, maka pihaknya tetap melantik dan tidak terpengaruh seperti Panwaskab Trenggalek, yang memilih menunda pelantikan karena disinyalir banyak panwas yang doubel job. Menurut pandangan Toni, anggota Panwascam yang bersertifikasi atau double job tidak masalah. Asalkan mereka sudah membuat surat pernyataan sanggup bekerja sepenuh waktu dan ada izin dari atasan. "Kalau atasan sudah memberi izin dan ada pernyataan sanggup bekerja sapenuh waktu, ya tidak masalah, apalagi tidak ada aturan guru yang menjadi Panwas, apalagi Panwas kan Adhoc,"katanya.jir
Editor : Redaksi