SURABAYAPAAGI.com-Jakarta, Keluarga korban ledakan gudang kembang api di Kosambi, kembali melapor ke posko Antemortem RS Polri Jakarta Timur, Minggu dini hari. Nahadi datang sekitar pukul 00.15 Wib. Dia mengaku mencari saudaranya yang jadi korban kebakaran gudang tersebut. Dia menyebut, ada 24 anggota keluarganya yang bekerja di gudang itu.
Dari 24 anggota keluarganya, dua diantaranya adalah Surnah (14) dan Nurhayati (20). Surnah merupakan cucunya, sedangkan Nurhayati adalah keponakannya. Dari dua jenazah itu, baru satu yang sudah diserahkan ke keluarga.
"Keponakan, family, semua ada 24 orang. Iya kerja di gudang itu semua. Saya sudah enggak bisa ngomong apa-apa kemarin yang pulang baru satu cucu (Surnah) meninggal, kemarin sudah dibawa. Keluarga tadi ada juga yang meninggal di RSUD Tangerang, keponakan saya juga," kata Nahadi kepada awak media di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dengan raut wajah pasrah, Narhadi duduk termenung di posko Antemortem RS Polri. Sebab, dia tak membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk proses autopsi anggota keluarganya. Sedangkan jarak dari rumahnya hingga ke RS Polri cukup jauh.
Nahadi sempat menceritakan soal gudang yang menjadi tempat keluarganya mengais rezeki. Hampir sebagian anggota keluarganya baru bekerja sekitar dua minggu. Upahnya pun sejumlah Rp 45.000 perhari. Sepengetahuannya, gudang tersebut awalnya merupakan gudang plastik bukan kembang api. Keluarganya banyak bekerja di sana setelah menerima tawaran bisa bekerja dengan syarat mudah.
"Awalnya pabrik plastik izinnya. Saya kan tiap hari lewat situ. Pertama katanya diiming-imingin di sana tanpa surat (lamaran) bisa masuk. Pakai KTP," ucap Narhadi. Iy/mrk
Editor : Redaksi