KPU Jatim Sosialisasi Pilgub Lewat Jalan Sehat

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Untuk menekan jumlah warga Jawa Timur yang tidak memilih alias Golput di Pilgub Jatim 2018 nanti, KPU Jatim menyasar pemilih lewat jalur keluarga. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi lewat kegiatan Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018. Komisioner KPU Jatim divisi Sosialisasi Gogot Cahyo Baskoro mengatakan jalan sehat bersama warga ini sengaja dilakukan KPU Jatim agar pemilih dari kalangan keluarga bisa lebih paham tentang jadwal Pilgub Jatim 27 Juni 2018 nanti. “Selain mengincar pemilih yang aktif di internet dan medsos, kita juga menggarap pemilih berbasis keluarga,” kata Gogot, Minggu (29/10). Kegiatan jalan sehat yang dipusatkan di kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis Surabaya ini dihadiri Ketua KPU RI Arif Budiman, Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali, Wakil Ketua Komisi Komisi II DPR RI Fandi Utomo, anggota DPD RI Ahmad Nawardi, Kabiro Administrasi Pemerintahan Setdaprov Jatim Anom Surahno, Ketua KPU Jatim Eko Sasmito dan jajarannya. Gogot menambahkan, Jalan sehat tersebut serentak juga dilakukan di 18 kabupaten/kota Jawa Timur yang 2018 nanti menggelar Pilkada. Selain itu, secara nasional kegiatan yang sama dilakukan. “Jawa Timur menjadi menarik karena jalan sehat ini dihadiri Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu RI, Ketua Komisi II DPR RI dan sebagainya,” kata mantan Komisioner KPU Jember ini. Sementara itu, Ketua KPU RI Arif Budiman mengatakan, kegiatan jalan sehat sebagai bagian sosialisasi pemilukada serentak yang digelar di 171 lokasi seluruh Indonesia. Menurut dia, dengan sosialisasi tersebut, bertujuan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti. "Bukan hanya tahu waktunya kapan, namun juga bagaimana menggunakan hak pilih," katanya kepada wartawan. Arif menambahkan, gerak jalan merupakan salah satu cara sosialisasi yang dilaksanakan KPU guna mendongkrak partisipasi masyarakat. Ia mengaku, pihaknya memiliki berbagai strategi dalam menyosialisasikan pemilu. "Selain melalui relawan demokrasi, juga saat KPPS menyampaikan form C 6 maupun ketika pemutakhiran data pemilih (coklit)," tuturnya. Mantan Komisioner KPU Jatim periode 2004-2009 ini mengungkapkan, pada pemilukada mendatang, KPU RI menargetkan tingkat partisipasi masyarakat sekitar 77,5 persen. "Jatim harus bisa mencapai itu. Meski sebelumnya hanya 68 persen," pungkasnya. rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru