Dinkes Blitar Terus Galakkan Edukasi, Tren Angka Kematian Ibu-Anak Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati. SP/ BLT
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus menggalakkan edukasi untuk memperhatikan kondisi tubuh dan calon bayi dalam kandungan kepada masyarakat, dan hasilnya tahun ini tren angka kematian ibu dan anak di Blitar mengalami penurunan.

Bahkan angka penurunan kasus ke.atian ibu dan anak telah terjadi sejak dia tahun yang lalu. Hal itu dinetahui berdasarkan data Dinkes Kabupaten Blitar, ada seorang ibu, 20 bayi dan 2 anak yang meninggal dalam kurun waktu tiga bulan pertama di 2026. Jumlah tersebut tergolong rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2025, ada sekitar 4 kasus kematian ibu, sementara untuk data kematian bayi 93 kasus dan anak 9 kasus dengan total sekitar 102 kasus. Sedangkan pada tahun 2024, Dinkes mencatat kematian bayi dan anak mencapai 127 kasus yang terdiri dari 119 bayi dan 8 anak.

"Selama tiga bulan di awal tahun ini ada 1 kasus kematian ibu, untuk bayi sekitar 20 kasus dan anak sekitar 9 kasus. Semoga sampai dengan akhir tahun tidak ada penambahan kasus," kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, Rabu (22/04/2026).

Menurutnya, kasus kematian ibu dan anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Namun, salah satu faktor yang pealing mendominasi adalah bayi yang dalam kondisi premature dan memiliki berat badan rendah. Dimana kondisi bayi yang bermasalah atau mengalami gangguan/kelainan tersebut, dipengaruhi langsung oleh kondisi kesehatan ibu saat hamil maupun mengalami penyulit saat persalinan. Bahkan, beberapa kendala yang telah diidentifikasi terkait terjadinya kematian bayi sampai balita itu antara lain masih adanya kasus DBD, kelainan kongenital atau penyakit infeksi balita dan sebagainya

Oleh karenanya, pihaknya menegaskan pihaknya terus menggalakkan edukasi maupun sosiliasi terhadap calon ibu dan ibu hamil untuk mencegah kematian. Sejumlah upaya dilakukan dalam pencegahan kenaikan angka kematian ibu dan bayi itu, di antaranya yakni melaksanakan edukasi Drill Emergency untuk jejaring rujukan kasus maternal dan neonatal, pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP) ibu dan bayi dengan dokter kandungan hingga bidan untuk membahas pencegahan kematian ibu dan bayi, skrining pada bayi baru lahir meliputi skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan sebagainya.

"Kemudian kami juga lakukan edukasi secara masif tentang pengasuhan balita melalui kelas khusus yang mencakup materi pola asuh, pemberian gizi, tumbuh kembang serta bagaimana cara menjaga kesehatan anak balita. Dengan tujuan agar ibu dan balita di Kabupaten Blitar ini dapat tumbuh dengan sehat dan dalam kondisi baik," tandasnya. bl-01/dsy


Caption: SP/ BLT
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati.

 

SURABAYAPAGI, Blitar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus menggalakkan edukasi untuk memperhatikan kondisi tubuh dan calon bayi dalam kandungan kepada masyarakat, dan hasilnya tahun ini tren angka kematian ibu dan anak di Blitar mengalami penurunan.

Bahkan angka penurunan kasus ke.atian ibu dan anak telah terjadi sejak dia tahun yang lalu. Hal itu dinetahui berdasarkan data Dinkes Kabupaten Blitar, ada seorang ibu, 20 bayi dan 2 anak yang meninggal dalam kurun waktu tiga bulan pertama di 2026. Jumlah tersebut tergolong rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2025, ada sekitar 4 kasus kematian ibu, sementara untuk data kematian bayi 93 kasus dan anak 9 kasus dengan total sekitar 102 kasus. Sedangkan pada tahun 2024, Dinkes mencatat kematian bayi dan anak mencapai 127 kasus yang terdiri dari 119 bayi dan 8 anak.

"Selama tiga bulan di awal tahun ini ada 1 kasus kematian ibu, untuk bayi sekitar 20 kasus dan anak sekitar 9 kasus. Semoga sampai dengan akhir tahun tidak ada penambahan kasus," kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, Rabu (22/04/2026).

Menurutnya, kasus kematian ibu dan anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Namun, salah satu faktor yang pealing mendominasi adalah bayi yang dalam kondisi premature dan memiliki berat badan rendah. Dimana kondisi bayi yang bermasalah atau mengalami gangguan/kelainan tersebut, dipengaruhi langsung oleh kondisi kesehatan ibu saat hamil maupun mengalami penyulit saat persalinan. Bahkan, beberapa kendala yang telah diidentifikasi terkait terjadinya kematian bayi sampai balita itu antara lain masih adanya kasus DBD, kelainan kongenital atau penyakit infeksi balita dan sebagainya

Oleh karenanya, pihaknya menegaskan pihaknya terus menggalakkan edukasi maupun sosiliasi terhadap calon ibu dan ibu hamil untuk mencegah kematian. Sejumlah upaya dilakukan dalam pencegahan kenaikan angka kematian ibu dan bayi itu, di antaranya yakni melaksanakan edukasi Drill Emergency untuk jejaring rujukan kasus maternal dan neonatal, pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP) ibu dan bayi dengan dokter kandungan hingga bidan untuk membahas pencegahan kematian ibu dan bayi, skrining pada bayi baru lahir meliputi skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan sebagainya.

"Kemudian kami juga lakukan edukasi secara masif tentang pengasuhan balita melalui kelas khusus yang mencakup materi pola asuh, pemberian gizi, tumbuh kembang serta bagaimana cara menjaga kesehatan anak balita. Dengan tujuan agar ibu dan balita di Kabupaten Blitar ini dapat tumbuh dengan sehat dan dalam kondisi baik," tandasnya. bl-01/dsy

Berita Terbaru

Kasus Tambang Ilegal Desa Jenangan, Kejari Ponorogo Konfrontir Kades Aktif dan Mantan Kades Kemiri

Kasus Tambang Ilegal Desa Jenangan, Kejari Ponorogo Konfrontir Kades Aktif dan Mantan Kades Kemiri

Selasa, 12 Mei 2026 20:39 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 20:39 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo melakukan pemeriksaan konfrontir kasus tambang ilegal di lahan …

Pengadilan Negeri Kota Madiun Lakukan Eksekusi TK Masyithoh

Pengadilan Negeri Kota Madiun Lakukan Eksekusi TK Masyithoh

Selasa, 12 Mei 2026 18:26 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 18:26 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Pengadilan Negeri Kota Madiun melaksanakan eksekusi lahan dan bangunan TK Masyithoh yang berada di Kota Madiun, Selasa (12…

Program TJSL PLN UIT JBM Tumbuhkan Harapan Masyarakat Desa Akan Akses Air Bersih

Program TJSL PLN UIT JBM Tumbuhkan Harapan Masyarakat Desa Akan Akses Air Bersih

Selasa, 12 Mei 2026 17:49 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 17:49 WIB

SurabayaPagi, Bali - Adanya fasilitas air bersih yang layak dan memiliki akses mudah di suatu daerah, menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi demi…

Narkotika Masih Mendominasi, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti 231 Perkara

Narkotika Masih Mendominasi, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti 231 Perkara

Selasa, 12 Mei 2026 16:55 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kejaksaan Negeri Gresik memusnahkan barang bukti dari 231 perkara yang telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap pada Selasa (…

Legalitas UMKM Kian Dipermudah, Pemkot Mojokerto Siapkan Pendampingan Gratis

Legalitas UMKM Kian Dipermudah, Pemkot Mojokerto Siapkan Pendampingan Gratis

Selasa, 12 Mei 2026 16:51 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya membantu pelaku UMKM agar lebih mudah mengurus legalitas usaha. Mulai dari izin usaha,…

Sosialisasi B2SA Digelar Sekolah, Wali Kota Ajak Pelajar Kota Mojokerto Pilih Jajanan Sehat

Sosialisasi B2SA Digelar Sekolah, Wali Kota Ajak Pelajar Kota Mojokerto Pilih Jajanan Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 16:49 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto— Edukasi pola konsumsi sehat sejak usia sekolah terus diperkuat Pemerintah Kota Mojokerto melalui sosialisasi B2SA (Beragam, B…