SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bagi Acok Nasution, menjalani hari-hari di perantauan di Surabaya bukanlah hal mudah. Sebab, pria 44 tahun asal Makassar itu harus mengumpulkan sedikit demi sedikit setiap uang yang didapatnya. Namun, uang dikumpulkannya, tak juga cukup untuk membeli tiket kapal untuk pulang kampung. Pria yang sehari-hari tinggal di Jalan Tanjung Sadari IV, Surabaya itu akhirnya putus asa. Dia pun nekat mencuri untuk mendapat uang secara instan.
"Saya sangat rindu kampung halaman saya. Sudah empat tahun tidak pulang. Tabungan juga sudah habis untuk biaya hidup disini (Surabaya). Saya terpaksa mencuri untuk biaya membeli tiket kapal laut," ujar Acok saat dirinya ditangkap Tim Anti Bandit Polsek Genteng, Minggu (29/10/2017).
Memang, Tim Anti Bandit Polsek Genteng -lah yang memburu Acok. Itu setelah mereka mendapat laporan dari pasangan suami istri (pasutri) yang sedang makan di depot Ayam Goreng Jalan Undaan Kulon, Surabaya. Tas yang mereka simpan di dalam mobil saat makan, raib digondol pelaku yang tak lain adalah Acok. Pasutri itu adalah Fredy Kusumo dan Cyntia.
Dari laporan itulah, Tim Anti Bandit Polsek Genteng memburu Acok. Tidak berapa lama Acok berhasil diringkus setelah mencuri. Tepatnya pada Kamis (26/10/2017) lalu. Tidak hanya Acok, barang bukti tas dan isinya yang dicuri Acok, yang masih berada dalam penguasaan Acok turut diamankan. "Isi tas korban ada emas 10 gram dan sebuah HP. Emas dan HP itu belum sempat dijual oleh pelaku," beber Kapolsek Genteng, Kompol Ari Trestiawan.
Kompol Ari memaparkan, dalam aksinya, Acok datang ke TKP tersebut menggunakan sepeda ontel. Acok memang sudah keliling sebelumnya mencari sasaran. "Dia mencari mobil yang baru saja parkir, yang pintu mobilnya tidak dikunci oleh pemiliknya. Nah, saat di TKP itulah, dia mendapati mobil korban tersebut," sebutnya.
Setelah pemilik mobil masuk ke rumah makan, Acok mulai beraksi. Dia mendekati mobil itu. Dengan cepat, tas milik korban yang ada di dalam mobil dia ambil, kemudian kabur. Aksi itu berjalan mulus. Namun saat korban selesai makan dan mengetahui jika tasnya hilang, korban akhirnya berteriak minta tolong. Darisanalah terungkap ciri ciri Acok. Sebab pengunjung lain ternyata sempat memperhatikan ulah Acok.
Darisanalah, korban dan warga sekitar melakukan pengejaran. Pengejaran itu juga dilakukan oleh Tim Anti Bandit Polsek Genteng yang saat itu sedang patroli wilayah. Karena Acok hanya mengayuh sepeda ontel, Acok akhirnya dengan mudah tertangkap tanpa perlawanan. Akhirnya, Acok digelandang ke Mapolsek Genteng bersama tas yang dicurinya.
"Saya tahu persis risikonya. Tapi bagaimana lagi. Saya benar-benar ingin pulang. Soalnya saya sudah tidak punya pekerjaan lagi disini, setelah sebelumnya kerja di ekspedisi. Saya kapok Pak," kata bujang lapuk ini dengan nada lirih. bkr
Editor : Redaksi