SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 20 desa yang tersebar di 18 kecamatan se Kabupaten Gresik, menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades), Minggu (29/10).
Ada yang menarik dibalik pesta demokrasi pilkades langsung kali ini. Bahkan berbeda dari pemilihan legislatif (pileg), pemilihan bupati/walikota maupun pemilihan gubernur (pilgub) yang diramaikan banyak kandidat.
Pilkades di Gresik ini, justru sepi kandidat. Sehingga tak heran ada pasangan calon harus berhadapan dengan suami istri, paman dengan ponakan. Hal ini menunjukkan, bahwa pilkades langsung di Gresik tersebut, sepi peminat.
Diantara desa sepi yang menyelenggarakan pilkades sepi kandidat yakni Desa Bonteng, Kecamatan Menganti. Agar desa ini tetap bisa mengikuti pilkades serentak, pasangan incumbent harus berhadapan dengan pasangan dari keluarganya sendiri.
"Supaya tetap bisa ikut pilkades, panitia memasang satu pasangan dari keluarga incumbent. Tetapi yang prosedur, karena sepi peminat sesuai UU minimal dua pasangan calon," kata Arif Khumaidi, warga setempat.
Hal sama di Desa Wederoanom, Kecamatan Wringinanom. Juga sepi peminat. Tak heran jika pilkades kali ini incumbent terpaksa melawan istrinya sendiri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Gresik, Tursilowanto Harijogi menjelaskan, dari 20 desa yang menggelar Pilkades, 19 desa di antaranya adalah Pilkades murni, dan satu desa melakukan pemilihan antar waktu akibat Kadesnya meninggal dunia. Pemilihan ini menelan anggaran mencapai Rp 1,3 milyar dan ditambah Rp 300 juta untuk dana keamanan 20 desa.
Disinggung soal minimnya peminat ikut dalam calon, dia mengaku ini hak dan keputusan warga. Yang jelas, panitia sudah memberi kesempatan seluas-luasnya seluruh warga untuk ikut pilkades sebagai calon. Dan tentu, sesuai prosedur.
"Semua boleh ikut calon. Siapapun. Kan, ada syaratnya, ada prosedurnya," terangnya.
Jumlah yang menyelenggarakan pilkades 20 desa dari 11 kecamatan yakni Kecamatan Manyar, Driyorejo, Duduksampeyan, Wringinanom, Sidayu, Bungah, Dukun, Ujungpangkah, Kedamean, dan Sangkapura.
Sedangkan total pemilih atau daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 51.008 orang yang tersebar di 20 desa, 11 kecamatan. Mis
Editor : Redaksi