SURABAYA PAGI, Lamongan - Sudah 10 hari ini air PDAM Lamongan masih mampet. Belum ada tanda-tanda kapan pipa utama bocor tersebut selesai diperbaiki, apalagi izin dari PT KAI belum turun. Padahal air PDAM bagi warga Kota sangat dibutuhkan dan sudah menjadi ketergantungan sehari-hari. Beruntung, belakangan ini para dermawan di Lamongan berlomba-lomba meringankan beban warga, dengan memberikan air bersih secara cuma-cuma kepada masyarakat. Seperti yang dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Temengungan Kec Lamongan Kota Senin (30/10/2017). Dengan membawa jirigen, timba hingga drom plastik, warga RT 01 RW 04 ini berbondong-bondong mendekati mobil L 300 yang parkir di depan Agen Koran Sony Agency. Mobil dengan muatan 3000 liter air itu sengaja memarkir mobilnya untuk menyumbangkannya ke warga yang membutuhkan. Bantuan itu seperti yang disampaikan oleh Sony warga setempat, bantuan dari Jami'ah An-Nahl dari Desa Glugu Kecamatan Deket pimpinan H.Sutiono. "Ya alhamdulillah dapat bantuan air bersih gratis, setidaknya ini bisa meringankan beban warga soalnya sudah 10 hari ini air PDAM mampet,"kata Sony warga setempat. Dengan menerima bantuan air ini lanjut Sony, setidaknya untuk kebutuhan air hari ini dan besoknya tercukupi, itupun benar-benar harus ngirit, sementara untuk dua hari kedepanya tidak tahu harus bagaimana."Air ini setidaknya untuk kebutuhan masak, kalau mandi nanti bisa ngungsi ke keluarga lainnya,"akunya. Sementara itu, perbaikan pipa utama PDAM di dekat perlintasan rel KA di barat terminal Lamongan yang mampet hingga saat ini masih berlangsung, bahkan molor karena pas di bawa perlintasan rel kereta api, apalagi sampai saat ini belum ada ijin yang turun dari pihak PT KAI. Sejumlah alat berat juga sudah dikerahkan untuk mengatasi kebocoran pipa utama tersebut. Perbaikan pipa PDAM yang jebol akibat korosi karena dimakan usia ini kemungkinan akan memakan biaya cukup besar. Menurut Kabag Teknik PDAM, M.Ali Mahmud ketika konfirmasi wartawan mengatakan, perbaikan pipa PDAM di jalan raya Jaksa Agung Suprapto yang awalnya diperkirakan biayanya mencapai Rp 500 juta bisa membengkak sampai Rp 1 Miliar, karena harus menambah material pipa dengan mengeser ke utara. "Perhitungan itu tidak hanya untuk penggantian pipa, tapi biaya keseluruhan, dan pengerjaannya semakin lama karena harus mengeser pipa yang sebelumnya ada dibawa perlintasan rel kereta api harus digeser ke utara," terangnya.
Sekedar diketahui, mampetnya air PDAM ini sebagian besar di rasakan warga kota Lamongan, khususnya yang ada di Timur Kaliotik. Diantaranya, warga jalan Veteran, Panglima Sudirman, Lamongrejo, Sumargo, Suwoko, Wahidin Sudiro Husodo, Kombespol M Duriyat, Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan dan Laras Liris, Perum Deket Permai, Perum Tlogorejo dan Perum Graha Indah Lamongan.jir
Editor : Redaksi