SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Rekrutmen CPNS selama ini masih terpusat di Kementerian, kalaupun ada di daerah hanya Provinsi itupun tertentu, untuk itu masyarakat diminta tetap waspada dan tidak gampang percaya atas sejumlah info kalau pemerintah daerah akan membuka pendaftaran pegawai ASN tersebut. Penegasan itu disampaikan oleh ketua Komisi A DPRD Lamongan Neng Darwati, usai melakukan konsultasi soal rekrutmen CPNS itu ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan-RB) belum lama ini. Dalam konsultasi itu tambah Darwati, dewan langsung diberikan informasi oleh Widaryati Hestiarsih, selaku Kepala Bidang Pengadaan SDM Aparatur didampingi Kepala Sub Bagian Pengadaan dan Pelayanan Informasi, Wasito, SE. Dalam penjelasan Widaryati, saat ini rekrutmen CPNS hanya berlangsung di kementrian pusat dan beberapa propinsi tertentu."Untuk rekrutmen CPNS di daerah perlu dianalisa lebih lanjut sesuai dengan formasi yang dibutuhkan, dan pada tahun 2018 belum ada rencana rekruitmen CPNS baik pusat maupun daerah,” terangnya. Saat ini rekruitmen CPNS lebih sedikit jika dibandingkan dengan PNS yang pensiun. Widaryati juga menambahkan tentang nasib honorer K2. “Honorer K2 tidak bisa diangkat sebagai CPNS,” jelasnya. Honorer K2 yang berusia di bawah 35 tahun harus mengikuti seleksi CPNS dan yang berusia di atas 35 tahun akan diangkat menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak) Karena itu masyarakat diminta untuk tidak percaya kalau ada calon yang menginformasikan kalau daerah bakal membuka lowongan CPNS."Sampai 2018 kedepan tidak ada rekrutmen pegawai negeri di Lamongan,"jelasnya.jir
Editor : Redaksi