SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tak banyak organisasi atau komunitas yang mampu melewati lika-liku perjalanan dalam beberapa dekade. Pertemuan Musik (yang dulunya bernama Pertemuan Musik Surabaya atau PMS) menjadi salah satu komunitas yang berhasil melewati tantangan waktu.
Sebagai salah satu komunitas musik legal secara hukum tertua di Surabaya (didirikan sejak September 1957), Pertemuan Musik yang didirikan oleh Slamet Abdul Sjukur (Komponis), T. Lan Ing (guru piano dan pianis), dan Roeba'i Katjasungkana (pekerja media, dulu redaktur Surabaya Post) terus mewariskan semangat berbagi musik yang berkualitas pada masyarakat Surabaya.
Pertemuan Musik Surabaya pada masa itu, ternyata merupakan salah satu cikal bakal berbagai gerakan musik di sejumlah kota di lndonesia pada masa itu. PMS pernah melakukan desentralisasi ke sejumlah kota lain, seperti Semarang, Malang, jember, Solo, dan beberapa kota lainnya, untuk menyelenggarakan acara serupa. Seiring berjalannya waktu, berpulangnya semua pendiri, dan pergantian generasi, Pertemuan Musik terus mengibarkan bendera semangat yang sama, ”Kudjadikan Rakjaku Tjinta Musik" dan dibawa oleh generasi-generasi muda yang lebih terbuka pada segala pikiran, dan lebih lebar di segala genre music. Pertemuan Musik juga meluas ke berbagai kota lain, yaitu Jakarta, Riau, dan Bogor.
Pertemuan Musik rutin menyelenggarakan agenda musik, berupa konser, bincang musik, nonton film musik, workshop, yang mendatangkan musisi atau praktisi musik dari nasional maupun internasional selama 1-2 bulan sekali.
Pada kesempatan 60 tahun ini, kami akan mengundang berbagai kalangan musik, mulai komunitas, sekolah musik, juga penggiat musik khususnya Surabaya, untuk berpartisipasi di dalam acara kami, sebagai bentuk ucapan terima kasih kami kepada seluruh penggiat musik dimanapun.
Adapun di ulang tahun Pertemuan Musik yang ke-60 tahun di tahun 2017 ini, kami ingin merayakannya bersama-sama dengan seluruh khalayak pencinta musik di Surabaya dengan menyajikan pertunjukan musik dan diskusi musik yang bersifat terbuka untuk umum dan gratis.
Selain itu, kami juga sekaligus akan memperkenalkan sedikit hasil penelusuran sementara dari penyusunan buku 60 thn pertemuan musik yang berjudul ”Kudjadikan Rakjatku Tjinta Musik”, yang disusun oleh Nabila Budayana, Pramita Rosalia dan Gema Swaratyagita. jul
Editor : Redaksi