SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Nama Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun turut disebut oleh Gerindra sebagai salah satu sosok potensial untuk Pilgub Jatim 2018. Agus Maimun, dianggap sebagai salah satu sosok pemimpin muda yang memiliki potensi dapat meraup hati generasi milenial.
Menanggapi hal tersebut, Agus Maimun mengatakan bahwa saat ini PAN tetap belum memikirkan hal tersebut. "Itu mungkin hanya bercandaan Mas. Kami, di PAN akan fokus kepada opsi yang lain terlebih dahulu," kata Agus Maimun kepada Surabaya Pagi.
PAN saat ini telah memiliki keputusan untuk mendorong Ketua DPW PAN Jatim Masfuk untuk menjadi Cawagub. Agus Maimun, mengatakan jika keputusan tersebut adalah hasil keputusan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) beberapa waktu lalu.
"Pak Masfuk sudah berhasil membangun Lamongan selama dua periode, beliau juga dinobatkan sebagai Bupati terbaik di Indonesia pada saat itu. Dan, Pak Masfuk juga representasi nasionalis religius," jelasnya.
Agus pun memastikan jika Masfuk akan dapat semakin memajukan kesejahteraan di Jatim. Saat ini, kondisi PDRB di Jatim masih dibawah angka 3 persen.
"Karena itu, dengan pengalaman Masfuk yang juga memiliki hubungan baik dengan seluruh kepala daerah di Jatim diyakini dapat meningkatkan angka pembangunan yang sudah ada. Kebutuhan Wakil Gubernur (Wagub) yang bisa menjadi komunikator dan konsolidator bagi Kabupaten/Kota sangat penting. Karena, hal itu bisa meningkat kalau ada kerja sama yang baik dengan semua kepala daerah," tegas Agus Maimun.
Di sisi lain, Agus juga meyakini kehadiran Masfuk dapat mengambil blank spot (daerah) yang ditinggal oleh pasangan lain. "Karena ada beberapa wilayah yang nampaknya belum terakomodir oleh Paslon yang sudah ada," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Anwar Sadad mengatakan bahwa partainya mulai mempertimbangkan beberapa nama-nama dari generasi muda sebagai konsekuensi dari perkembangan jaman. Saat ini, Generasi Milenial dengan rentang usia 17-40 tahun memang mendominasi di Jawa Timur.
"Beberapa diantaranya adalah Bupati Trenggalek Emil Dardak, Sekretaris DPW PAN Agus Maimun, dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Renville Antonio. Masuknya nama-nama tersebut, berdasarkan kesepakatan kami dengan PAN dan PKS. Itu terbentuk alamiah karena kondisi. Kuantitas dari Milenial ini kan memang besar, tapi sayangnya mereka nggak punya gairah untuk masuk dalam proses Pilkada. Bisa jadi, karena figur yang ada belum dianggap pas," jelas Sadad pada kesempatan tersebut. ifw
Editor : Redaksi