Sinergi Lintas Sektor Tangkal Narkoba

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Airlangga menggandeng Badan Kerja Sama Panti Asuhan Islam Surabaya (BKPAIS) untuk menggelar Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba dan Motivasi Belajar. Penyuluhan tersebut difokuskan dengan sasaran Mahasiswa dan Remaja pada lingkungan Panti Asuhan di Wilayah Surabaya. Acara yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama LPM UNAIR tersebut, diikuti oleh ratusan anak panti yang tergabung dalam BKPAIS. Mewakili Ketua LPM UNAIR, Prof. Hery Agoes Hermadi selaku tim pengmas mengatakan bahwa mengenai penggunaan narkoba, semua bermula dari hal-hal sederhana yang tidak mendapat perhatian. Hery juga menegaskan, jika seseorang sudah terkena narkoba maka banyak kerugian yang didapat. “Kalau sudah terkena narkoba, banyak kerugian yang didapat. Selain menghambat kalian untuk berkarya, masa depan juga tidak gemilang,” terangnya. Pemaparan materi tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba diberikan oleh Ria Damayanti selaku Ketua Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Jawa Timur. Sebelum jauh memaparkan mengenai upaya pencegahan penggunaan narkoba, terlebih dahulu Ria menjelaskan bahwa narkotika sejatinya merupakan obat untuk medis dan riset yang disalahgunakan. “Narkotika ini boleh digunakan sebenarnya, tapi harus sesuai aturan dan kegunaan. Bukan disalahgunakan,” jelasnya. Selanjutnya, Ria juga memberikan paparan mengenai fenomena pengguna narkoba. Di hadapan peserta, Ria menunjukkan beberapa bukti bahwa pengguna narkoba hampir merambah pada semua usia dan semua kalangan. Tidak peduli orang kaya atau miskin. “Kondisi saat ini, pengguna narkoba menerjang semua lapisan, mau artis, orang biasa, laki-laki atau perempuan, semua berpotensi. Maka hati-hati,” tegasnya. Pada paparan selanjutnya, selain memaparkan berbagai jenis-jenis narkoba yang tergolong lama ataupun narkoba jenis baru, Ria juga menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman terbesar generasi bangsa ke depannya. Baginya, narkoba adalah penjajah tanpa wajah yang siap menghancurkan negara. “Bahaya narkoba akan merambat pada banyak hal, salah satunya prestasi dan mimpi untuk berkarya di masa yang akan datang bakal hilang,” jelasnya. Di akhir, Ria juga menunjukkan berbagai cara penyelundupan narkoba, dampak-dampak setelah mengonsumsi narkoba, hingga pandangan agama Islam terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan mengenai cara cerdas menolak narkoba. “Banyak cara cerdas yang bisa kita lakukan, salah satunya dengan membangun kreativitas diri dan meningkatkan keimanan,” pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru