SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sikap politik Pakde Karwo yang menolak untuk menjadi juru kampanye bagi Khofifah yang telah mendapatkan rekom dari Partai Demokrat menurut para pengamat politik sebagai sikap negarawan sejati. Sebab, meskipun posisinya adalah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat, pada Pilgub Jatim 2018 ia lebih memilih bersikap netral.
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Mochtar W. Oetomo misalnya, ia berpendapat bahwa sikap tersebut merupakan sikap elegan dalam praktik politik yang sudah jarang terlihat. Semestinya, sikap tersebut menjadi suri tauladan bagi Pejabat publik yang lain.
"Sejak lama, sesungguhnya publik merindukan sikap kenegarawanan seperti ini. Dimana seorang Pejabat publik harus lebih mengutamakan tanggung jawabnya kepada publik daripada kepada partai atau kandidat yang diusung oleh partainya," kata Mochtar ketika ditemui pada Minggu(5/11).
Menurut Mochtar, dibanding hanya menjadi juru kampanye, masih ada lebih banyak tugas lain yang sangat berkaitan erat bagi kepentingan publik bagi Pakde Karwo. "Jadi juru kampanye ini kan masih bisa dilakukan oleh banyak tokoh yang lain," tambahnya.
Akan tetapi, menurut Mochtar akan lebih elegan lagi apabila secara gamblang Pakde Karwo mengutarakan alasan demi kepentingan publik terkait dengan penolakannya sebagai juru kampanye. Pakde Karwo, beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa penolakannya menjadi juru kampanye bagi Khofifah adalah karena tidak ingin melukai hati Gus Ipul yang telah selama sepuluh tahun mendampinginya memimpin Jawa Timur.
"Meskipun demikian, ini adalah bentuk kejujuran politik yang makin jarang kita jumpai di tengah haru biru politik yang penuh lips service. Dengan pengakuannya bahwa ia tidak mungkin melukai hati shohibnya, Gus Ipul, ini adalah bentuk kebijakan kultural yang layak mendapat apresiasi di tengah makin tergerusnya nilai nilai kultural di tengah kepentingan politik. Di satu sisi ketundukannya pada keputusan DPP adalah bentuk kedewasaan lain dalam berpolitik praktis," tegasnya.
Ditemui terpisah, pengamat politik asal Unair Suko Widodo juga mengutarakan hal yang sama. Menurut Suko, dengan sikap tersebut, Pakde kembali membuktikan konsistensi dalam praktik politik santun yang terus ia kemukakan.
"Ini bukti politik yang diterapkan Pakde Karwo adalah praktik politik kekancanan. Beliau selalu berusaha mencari jalan tengah dalam berbagai persoalan. Patut diapresiasi," tegas Suko. ifw
Editor : Redaksi