SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Mengaku bingung membuang sampah sebanyak 22 penggeledek gerobak sampah melakukan aksi demo. Mereka mengeluh tak bisa membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Jalan Lingkar Timur sehingga membawa gerobak sampah keliling jalan.
Sampai saat ini TPST Jalan Lingkar Timur belum dibuka. Padahal, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo akan membuka TPST tersebut.
"Katanya hari ini, sampah sudah bisa dibuang di TPST lingkar timur, tapi belum juga dibuka," kata Sujari salah satu penggeledek gerobak sampah, Rabu (8/11).
Dia menambahkan, para penggeledek gerobak sampah keberatan kalau membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPU) di kawasan Jabon. Karena, lokasi tersebut terlalu jauh. "Masak setiap hari kirim dari kota Sidoarjo ke Jabon dengan jalan kaki, kan gak mungkin," keluh Sujari.
Terkait solusi dari pihak DLHK agar sampah dibuang ke 3 TPST yakni di TPST Makam Praloyo, TPST Bluru dan TPST Kemiri. Sambung dia, para penggeledek gerobak sampah mengaku keberatan kalau setiap hari harus dipungut kontribusi sebesar Rp 50 ribu setiap bulan. "Dan tiga TPST yang disarankan oleh DLHK tersebut juga sudah overload," tukasnya.
Untuk itu, setiap hari dirinya dengan sangat terpaksa membuang sampah ke TPU di kawasan Jabon. Karena, kalau mereka berhenti memungut sampah yang ada di rumah-rumah, mereka tidak akan mendapat penghasilan dan otomatis akan diberhentikan. "Terpaksa setiap hari ke TPA, karena kami sudah dibayar dan takut tidak dipercaya lagi oleh masyarakat," terangnya.
Lebih jauh Sujari menjelaskan, kawan-kawan penggeledek gerobak sampah sudah melayangkan surat sebanyak tiga kali terkait permintaan agar dibuka. Namun, tidak ada respons dari DLHK. "Semestinya kan bisa melakukan perbaikan dan tidak harus ditutup," pungkasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Bahrul Amig, mengatakan memang saat ini TPST di Lingkar Timur masih dalam perbaikan dan diperkirakan selesai dalam seminggu ini. “Mereka sudah kita kumpulkan dan kita beri penjelasan agar bersabar karena TPST dalam perbaikan, kalau sudah selesai silakan digunakan,” katanya. sg
Editor : Redaksi