SURABAYAPAGI.com, Gresik - Isu kelangkaan pupuk selalu saja menghantui petani. Yang lebih parah, ini terjadi disaat petani memasuki musim tanam. Tidak sampai disitu saja, selain langka, harga tingkat eceran juga melambung tinggi menimbulkan kecemasan petani secara berlebihan.
Manajer Humas Petrokimia Gresik (PG) Muhammad Ihwan F mengatakan bahwa pupuk tidak langka. Pasalnya, semua kebutuhan sesuai permintaan berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diajukan oleh pemerintah sudah terpenuhi. Bahkan, tahun 2017 ini saja PG sudah melampaui target distribusi ke seluruh daerah tanggung jawab PG.
“Kalau pupuk terutama pupuk bersubsidi, tidak langka. Stok terpenuhi ke petani. Yang ada itu pupuk ini terbatas, dan tidak semua petani mendapatkan,” ujar Ihwan di Wisma Kebomas PG.
Lalu kenapa masih saja ada petani yang mengaku tidak menerima bahkan sulit mendapatkan pupuk?. Menurut Ihwan, petani yang merasa sulit bahkan tidak menerima pupuk adalah mereka yang tidak masuk dalam kelompok tani. Sebab, pupuk bersubsidi hanya bergulir di lingkungan petani yang masuk dalam kelompok tani di daerah masing-masing.
Nah, petani yang tidak masuk menjadi kelompok tani inilah yang kerap menjadi santapan media. Sehingga, beredar informasi bahwa keberadaan pupuk ini seolah-olah langka dan sulit didapat. Bahkan harga mahal jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Alasan lain terkait permasalahan pupuk lanjut Ihwan, alokasi pupuk belum mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Serta penebusan pupuk kelompok kepada kios masih banyak belum dilakukan secara berkelompok. Termasuk masih adanya kios penyalur yang belum lengkap administrasinya seperti data petani dan lainnya.
Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut dia menegaskan bahwa, isu kelangkaan pupuk subsidi sejatinya itu tidak pernah ada. Sebaliknya yang ada adalah pupuk itu terbatas.
“Terbatas yang bagaimana, ya jelas kalau petani tidak masuk dalam kelompok ya pasti tidak dapat. Karena distribusi ke petani sesuai database yang diajukan kelompok masing-masing,” jelasnya. Mis
Editor : Redaksi