SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Lagi nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura) khususnya di Kec Paciran Lamongan, kembali menemukan ribuan ikan laut mati yang diduga terkena pencemaran bahan kimia atau limbah, yang belum diketahui dari mana limbah tersebut berasal.
Alhasil masih ditemukannya ribuan ikan mati mendadak yang belum ada langkah kongkrit yang dilakukan pihak pemangku kebijakan tersebut, membuat nelayan Paciran semakin kelimpungan, karena mereka langsung merasakan dampak terhadap ikan mati. Apalagi kondisi yang demikian ini sudah dirasakan sebulan lebih.
"Sudah seminggu ini ikan laut ini mati, bahkan tiga hari ini bisa dilihat ribuan ikan berbagai jenis kembali mati dibibir laut. Ribuan ikan mati ini bisa dilihat di sekitar Desa Kandangsemankon Kec Paciran, "kata Wellem Mintarja Penasehat Gerakan Nelayan Indonesia (GeNI), Minggu (12/11/2017).
Ikan tangkapan yang mati tersebut lanjutnya, meliputi ikan karang seperti ikan menganti, lopster, kepiting, pari, renung, rajungan, rebon, kerapu dan kuningan sudah dalam keadaan mati dan membusuk."Gurita saja yang diketahui begitu kuatnya bertahan hidup, ikut mati semua, dan belasan kwintal ikan kerapu juga ikut mati, "ungkapnya.
Karena ini sudah dianggap musibah besar oleh para nelayan tambah dia, dinas terkait harus cepat mengambil langkah kongkrit, untuk mengatasi atau meminimalisir agar ikan laut tidak kembali mati sia-sia seperti ini."Ikan ditangkap sudah dalam keadaan mati, bahkan ada yang busuk, sehingga tidak laku dijual, terus kalau seperti ini nelayan dapat penghasilan dari mana,"gerutu Wellem sambil ke heran-heranan.
Ia belum mengetahui apa penyebab mati nya ikan tersebut. Namun dari hasil laporan yang diterimanya, ikan tersebut diduga kuat tercemar bahan kimia dari Industri di Pantura. Apalagi di wilayah pesisir Lamongan itu banyak industri yang berdiri."Ikan mati diketahui 3 bulan sekali sejak setahun terakhir ini, kalau ini dibiarkan terus tentu kasihan para nelayan yang menjadi korban,"ujarnya.
Untuk itu lanjut pria yang juga pengacara ini, pihaknya mendesak kepada instansi terkait untuk melakukan penyelidikan matinya ikan laut. Kalau dalam penyelidikan nanti teryata hasil laboratorium menyebutkan ikan itu mati karena bahan kimia industri, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum.
Langkah hukum itu lanjutnya, sangat penting, untuk membuat jera pelaku industri yang dengan seenaknya membuang limbah dan bahan kimia tersebut ke laut."Kalau memang kenyataanya limbah tersebut dari industri, maka pembuang limbah itu harus diadili, dan dilaporkan ke pihak berwajib,"ancamnya.
Sekedar diketahui, sejak banyak berdiri industri di wilayah Pantura, apalagi keberadaan industri mayoritas di pinggir laut, masyarakat nelayan sering menjumpai ikan laut mati mendadak. Belakangan muncul kecurigaan, kalau penyebab matinya ikan laut itu karena tercemar bahan kimia dari industri. Industri mana yang kira-kira sengaja membuang limbah tersebut ke laut, butuh penyelidikan dari pihak terkait, agar musibah ikan mati ini segera berakhir. jir
Editor : Redaksi