SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kontestasi Pilgub Jatim, nampaknya kurang seru bila hanya diikuti Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa (KIP). Menurut pengamat politok asal Unitomo Redi Panuju, hal tersebut bisa diibaratkan barata yudha jaya binangun.
"Itu adalah kondisi dimana sama-sama dari pekarangan yang sama yakni dari keluarga Nahdliyin. Untuk bisa meramaikan gagasan dibutuhkan satu lagi pasangan calon. Sehingga Pilgub Jatim 2018 akan diikuti tiga pasangan calon. Bila ada tiga pasangan calon yang ikut Pilgub Jatim, maka dipastikan akan berlangsung menarik," kata Redi, sapaan akrabnya.
Di sisi lain, menurut pria yang pernah maju dalam Pemilihan Rektor Unitomo pada tahun 2017 lalu tersebut, Pilkada Jatim seharusnya menjadi arena perang gagasan. "Jadi bukan siapa Gubernurnya. Tapi apa yang akan dilaksanakan setelah Gubernur itu dipilih. Dalam kurun waktu yang tersisa masih bisa menggunakan komunikasi politik lewat media masa sehingga muncul nama-nama baru," jelasnya.
Redi lebih lanjut mengatakan bahwa nama-nama baru tersebut beberapa diantaranya adalah Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Bojonegoro Suyoto. Kedua nama tersebut, menurut Redi masih bisa mendapatkan suara dari pemilih kelas menengah yang sangat rasional.
"Karena dua pasangan sebelumnya yang sudah diluncurkan (Gus Ipul dan Khofifah) itu sama-sama mengandalkan basic primordial, basic kultural sehingga sangat mengandalkan pemilih loyal yang tradisional. Partai-partai yang belum punya jago diluar yang dua (Gus Ipul dan Khofifah) ini harus segera melakukan peminangan. Emil yang lebih ke nasionalis ini akan cocok disandingkan dengan Mahfud MD yang religius nasionalis. Karena Mahfud MD ini juga punya massa yang lumayan,” pungkas Redi. ifw
Editor : Redaksi