Jatim Klaim Penyumbang Terbesar Produksi Kedelai Nasional

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemprov Jatim mendukung langkah pemerintah pusat dalam swasembada kedelai. Bahkan Kementerian Pertanian memberikan dana yang cukup besar untuk program ini. "Alokasi APBNP tahun 2017 komditi Kedelai di Jatim seluas 75.000 ha (Rp 94.567.500.000), adapun usulan lokasi tersedia 15.438 ha (Rp. 19.465.774.200)," ujar Kepala Dinas dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Jadi Sulistiyo, kemarin. Kata dia, lokasi usulan Pemprov Jatim itu berada di di lahan perhutani dan lahan non existing.(Bangkalan. Bojonegro kemudian Lumajang, Madiun, lalu Malang, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, dan Tulungagung. Sementara luas tanam kedelai di Jatim pada MP (masa panen) tahun 2017/2018 seluas 1.224 ha. Sedang luas tanam kedelai di Jatim pada musim tanam MP.2017/2018 (bulan Oktober - November update s.d. 15 Nop) seluas 1.224 ha. Dengan luasan tersebut lanjut, dia Produksi Jatim sesuai Angka Tetap BPS th 2016 sebesar 274.317 ton ose berkontribusi terhadap nasional sebsar 31,91 % ,"Dalam hal ini prodksi kedelai Jatim tersebut berada pada peringkat pertama di nasional," tegasnya. Untuk diketahui, guna mewujudkan swasembada kedelai pada 2018, Kementan mengalokasikan anggaran untuk 500 hektare lahan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Tapi, dicanangkan kedelai ditanami di lahan seluas 1 juta hektare melalui kegiatan "By One Get One". Kepala Pusat Penyuluh Pertanian, Fathan A Rasyid, Rabu (15/11/2017) mengatakan, pada swasembada itu, target produksi harus mencapai 2,5 juta ton demi merealisasikan swasembada kedelai di 2018. "Jadi, tidak semua petani tidak dapat bantuan. Ada fasilitas benih bersubsidi (bagi yang tak mendapatkan bantuan)," ungkapnya. Untuk itu pula, para penyuluh diharapkan gencar mendorong poktan, agar bersedia tanam kedelai secara swadaya hingga 500 ribu hektare. "Siapa yang sukses? Penyuluh kita beri reward, 1-3 orang jalan keluar negeri. Tapi, bukan masalah reward, tapi daulat pangan," tegasnya. Sebagai informasi, swasembada kedelai masuk dalam visi Lumbung Pangan Dunia 2045 yang dicanangkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Pelaksanaannya, melalui Program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale). Kedelai menjadi fokus utama akhir-akhir ini, lantaran Indonesia sudah mencapai swasembada padi dan jagung. Malah, kedua komoditas strategis tersebut sudah berhasil diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Dari target 500 ribu hektare lahan kedelai yang masuk dalam APBN-P 2017, sekitar 370 ribu hektare diantaranya sudah dilaporkan. Sedangkan luas penanamannya baru mencapai sekira 70 ribu hektare. "Tolong ini diperhatikan. Saya hanya mengingatkan, kita bekerja secara accountable dan berkualitas. Selamat bekerja, semoga kita sukses semua," katanya. arf

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru