SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketergantungan terhadap narkoba, membuat sejumlah penggunanya nekat berbuat apa saja. Fakta itu terungkap, saat polisi menginterogasi seorang remaja keturunan arab bernama Sulaiman Barmen. Hanya gara-gara kehabisan uang untuk membeli narkoba jenis sabu, remaja 21 tahun itu nekat berbuat kriminal. Satu alasannya, karena dirinya merupakan pengguna berat sabu-sabu.
Kendati sehari-hari tinggal di Jalan Ampel Surabaya, namun dalam dua tahun terakhir, Sulaiman acapkali menyeberang ke Pulau Madura. Dia kesana bukan untuk wisata atau bersilaturahmi. Melainkan, untuk menghabiskan waktunya menghisap sabu-sabu. Itu dilakukan Sulaiman ketika dirinya memiliki cukup uang. Namun ketika dompetnya menipis, Sulaiman hanya bisa menahan sakaunya tersebut.
"Biasanya (pesta sabu) saya di Bangkalan Madura. Beli (sabu) disana, sekaligus menikmatinya," aku Sulaiman kepada Kapolsek Mulyorejo, Kompol Bagus Dwi Rusiawan, di Mapolsek Mulyorejo, Kamis (16/11/2017).
Namun seminggu terakhir, Sulaiman seperti orang linglung. Tak sepeserpun uang pegang. Bahkan dalam seminggu terakhir, ia tak pulang ke rumahnya sama sekali. Sulaiman baru bertemu keluarganya, justru saat Polsek Mulyorejo menghubungi orang tua remaja lajang tersebut. Betapa tidak, Sulaiman tertangkap saat mencuri dan membawa kabur sebuah mobil pick up jenis box.
"Saya awalnya terbayang bayang dengan orang-orang rehabilitasi. Makanya saya sembunyi dibalik mobil ini. Saat saya lihat kuncinya menempel, langsung saya naiki dan saya bawa kabur. Rencana mau saya jual mobil ini," sambung Sulaiman.
Lantas bagaimana Sulaiman bisa nekat mencuri? Kompol Bagus membeberkan, penangkapan terhadap Sulaiman dilakukan pihaknya pada Rabu (15/11/2017) sore kemarin. Sebelum berhasil dibekuk, Sulaiman terlebih dahulu menghindari kejaran Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Mulyorejo. Dia dilumpuhkan di sekitar Pantai Mentari Kenjeran Surabaya.
Kompol Bagus menambahkan, pengejaran terhadap Sulaiman dilakukan anggotanya, setelah anggotanya yang sedang melakukan kring serse mendengar teriakan maling dan minta tolong. Tepatnya di Jalan Memet Sastro Wiryo, Komplek Perumahan TNI AL Surabaya. Dari teriakan itulah, diketahui bahwa korban telah kehilangan mobilnya.
"Anggota kami mengejar pelaku ini hingga satu kilometer. Pelaku cukup lihai mengemudikan mobil curiannya. Sebab pelaku mengaku sudah bisa nyetir mobil sejak masih SMP," beber Kompol Bagus.
Setelah berhasil ditangkap, Sulaiman dan mobil box Daihatsu Grand Max L 8114 AK warna biru metalik langsung digelandang ke Mapolsek Mulyorejo. Setelah diperiksa, terungkap bahwa Sulaiman mencuri mobil milik Hadrian tersebut karena ada kesempatan. Sebab saat itu, mobil baru saja diparkir dan dalam keadaan kunci kontak masih menempel.
"Awalnya pelaku berbelit-belit. Namun akhirnya mengakui jika dia mencuri mobil ini untuk dijual lagi ke Madura agar mendapatkan banyak uang. Tapi belum sempat terjual, kami sudah berhasil menangkapnya," ulas Kompol Bagus.
Terkait pengakuan Sulaiman bahwa dirinya memang sudah ketergantungan narkoba, Kompol Bagus menyatakan hal tersebut akan didalami. Yang pasti, pihaknya masih fokus pada pengembangan kasus pencurian mobil itu sendiri. "Baru kemarin sore kami amankan. Jadi saat ini kami masih terus mengembangkannya. Tentunya untuk menelusuri dan mendapatkan fakta-fakta lain atas dugaan dugaan kami saat ini," tandas mantan Kapolsek Gubeng ini. bkr
Editor : Redaksi