Kasus Pemecatan Guru di Jombang Memanas, Lia Istifhama Soroti Objektivitas dan Marwah Profesi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Jombang – Polemik pemecatan guru di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah kasus yang mencuat belakangan ini menunjukkan beragam alasan pemberhentian, mulai dari persoalan iuran, perbedaan pilihan politik, hingga kritik di media sosial.

Kasus terbaru menimpa Yogi Susilo, guru di SDN Jipurapah 2, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Ia diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri (PDH) setelah tercatat tidak hadir selama 181 hari.

Namun, keputusan tersebut memunculkan polemik lantaran adanya perbedaan antara catatan administratif sekolah dengan kesaksian warga dan mantan siswa terkait kedisiplinan Yogi di lapangan.

Yogi pun menempuh jalur hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Banding Aparatur Sipil Negara pada Rabu (6/5/2026). Pengajuan itu telah terverifikasi melalui sistem resmi dengan nomor registrasi 0000175.

“Saya dipecat tanpa teguran sebelumnya. Saya hanya meminta mutasi karena kondisi kesehatan pasca kecelakaan, dan itu sudah saya sampaikan berkali-kali,” ujar Yogi.

Menurutnya, permohonan mutasi telah diajukan kepada atasan langsung hingga kepala dinas, namun tidak pernah terealisasi. Proses pembinaan yang dijalaninya justru berujung pada sanksi pemberhentian.

Perkara ini turut mendapat perhatian dari Anggota DPD RI Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu meminta agar kasus tersebut dikaji secara objektif dan transparan.

“Jangan sampai ada ruang subjektivitas yang mengaburkan objektivitas. Kita bicara tentang profesi yang sangat mulia, maka keadilan harus ditegakkan,” tegasnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai, perbedaan sudut pandang antara pihak otoritas pendidikan dan fakta di lapangan harus dijembatani melalui investigasi yang komprehensif.

Lia juga menyoroti pentingnya menjaga marwah profesi guru. Menurutnya, keputusan yang dinilai tidak adil berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

“Guru adalah sosok teladan. Jika marwahnya jatuh, maka bisa berdampak pada menurunnya rasa hormat siswa terhadap pendidik,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah warga memberikan kesaksian berbeda terkait sosok Yogi. Kepala Dusun setempat, Jihan Suprendi (25), menyebut Yogi sebagai pribadi disiplin yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Setiap hari sebelum pukul 06.30 WIB beliau sudah sampai di sekolah, dan sering pulang sore. Saya melihat langsung,” kata Jihan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Yogi kerap melewati jalur hutan berlumpur dan rusak demi mengajar, terutama saat musim hujan.

Perbedaan antara data administratif dan fakta di lapangan ini dinilai menjadi hal krusial yang perlu diverifikasi ulang secara menyeluruh.

Lia berharap kasus tersebut menjadi evaluasi bagi otoritas pendidikan dalam mengambil keputusan, terutama yang menyangkut nasib tenaga pendidik.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Keadilan bagi guru adalah fondasi penting dalam menjaga kualitas pendidikan, khususnya di daerah terpencil,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Batang Hidungnya tak Tampak

Batang Hidungnya tak Tampak

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga semalam (12/7), mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, masih belum…

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inggris mengandalkan kedalaman skuad yang merata dan ketajaman Harry Kane, sedangkan Argentina bermodal mental juara bertahan dan…

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejak Sabtu, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) Febrie ditetapkan tersangka…

Jangan Saling Buka Borok

Jangan Saling Buka Borok

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya mendukung pelimpahan 3 kasus korupsi yang sebelumnya ditangani Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung…

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai…

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menghormati kesepakatan antara Polri dan Kejagung yang memutuskan penanganan perkara Febrie Adriansyah kepada Kejagung. Kita…