SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Raja tega. Kata itu sepertinya layak disandang M Faruk. Betapa tidak, setelah dihukum karena kasus pembunuhan, remaja 25 tahun menjadi kapten kelompok pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Motor-motor yang dicurinya pun, merupakan motor tetangga se kecamatan, bahkan sekampung. Kini, aksi remaja asal Gadel Baru 44 C, Karangpoh, Tandes Surabaya itu terhenti, setelah kakinya ditembak polisi.
Faruk memulai aksinya memimpin komplotan curanmor sejak tiga bulan lalu. Itu setelah dia bebas dari 8 tahun kurungan penjara yang dijalaninya. Dia diringkus menyusul setelah MR (15) anggota yang baru saja direkrutnya, ditangkap. Sedikitnya, sudah 9 kali Faruk cs mencuri motor di wilayah Kecamatan Tandes Surabaya. Namun diduga kuat, lebih dari itu Faruk cs mencuri. Sebab diyakini, Faruk cs inilah yang selama ini mengacak-acak di wilayah tersebut.
Perburuan terhadap Faruk cs tersebut dilakukan Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Tandes. Itu dilakukan, setelah Polsek Tandes menerima banyak laporan curanmor di wilayahnya, dalam tiga bulan terakhir. Adalah Kanit Reskrim Polsek Tandes AKP Oloan Manullang yang memimpin perburuan tersebut. "Kami identifikasi kelompok ini rekaman CCTV yang kami dapat dari TKP," tutur AKP Manullang, Minggu (19/11/2017).
Dalam rekaman CCTV itulah, ciri-ciri MR dikantongi. Dan setelah nama dan alamat MR dikantongi, AKP Manullang dan anggotanya langsung menyebar ke titik-titik yang disinyalir menjadi transit MR. Dalam pekan kemarin, MR pun berhasil diringkus di daerah Karangpoh Tandes. "Kami tangkap dia (MR, red) saat dia menggelar pesta miras bersama teman sebayanya," beber AKP Manullang.
Setelah diinterogasi dan dicocokkan dengan rekaman CCTV, MR pun mengaku, dialah yang melakukan pencurian motor. Dari keterangan MR itulah, AKP Manullang dan anggotanya memburu keberadaan Faruk dan dua anggotanya yang lain. Tidak mudah memburu Faruk cs. Sebab sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat persembunyiannya, ternyata kosong.
Sepekan perburuan, Tim Anti Bandit Polsek Tandes akhirnya mengendus keberadaan Faruk. Tepat pukul 02.30 Wib, Kamis (16/11/2017) lalu, Faruk benar benar melintas di Manukan, menggunakan motor dengan cara berboncengan. Tak ingin buruannya lenyap, AKP Manullang dan anggotanya langsung mengepung Faruk dan rekannya.
"Kami terpaksa melumpuhkan dua pelaku itu dengan tembakan kearah kaki. Sebab selain menyerang anggota kami, keduanya berusaha kabur. Bersama kedua pelaku, kami amankan sebuah kunci L modif yang biasa dipakai untuk mencuri motor," tegas AKP Manullang.
Setelah diinterogasi, Faruk saat itu bersama Agus Rahmad (19) remaja asal Balongsari Blok 4 D, Balongsari, Tandes Surabaya. Faruk dan Agus saat itu hendak bekerja (mencuri motor). Meski sudah mengakui perbuatannya mencuri sejumlah motor diwilayah Tandes, Faruk bak kayu mati. Dia bungkam saat ditanya keberadaan motor-motor curiannya. Beruntung, Agus yang masih pemula, membuka mulut.
Darisanalah, Tim Anti Bandit Polsek Tandes berhasil menyita dua motor curian di rumah Faruk. Yaitu Honda Vario 125 warna merah L 5430 YQ dan Honda Mega Pro tanpa nomor polisi. Sedangkan motor-motor lainnya, sudah laku terjual di Madura. "Semua pencurian motor yang dilakukan Faruk Cs, dilakukan di wilayah hukum kami (Tandes). Sehari saja, kelompok ini bisa mencuri 4 motor. Kami masih lacak TKP lainnya," ulas AKP Manullang.
Dari catatan penyidik, 9 pencurian yang dilakukan Faruk Cs antara lain :
-- TKP 1 (Kamis, 09/11/2017) di Balongsari Krajan Gang 1, Surabaya. Hasil Honda Beat warna putih biru AG 6332 UA.
-- TKP 2 (Kamis, 16/11/2017) di Bibis Tama 1 no. 18 Surabaya. Hasil Honda Vario 125 warna merah L 5430 YQ
-- TKP 3 (Kamis, 16/11/2017) di Gadel, kampung asal Faruk, hasil motor Honda Mega Pro.
-- TKP 4, Minggu (12/11/2017) di Buntaran Gang KM 9, Surabaya. Hasil Honda Beat warna hitam L 2163 ZB
-- TKP 5, Selasa (31/10/2017) di Buntaran KM Rt 6 Rw 1, Surabaya. Hasil Honda Beat warna hitam W 6795 QT.
-- TKP 6, Selasa (31/11/2017) di Manukan Tohirin Surabaya. Hasil Yamaha Mio warna putih.
-- TKP 7, Selasa (31/11/2017) di Kos-kosan samping masjid LDII Manukan Kulon Surabaya. Hasil Yamaha Mio warna hitam.
-- TKP 8, lupa tanggal, bula Nopember 2017 di Pasar sore Manukan Kulon Surabaya, hasil Honda Beat warna hitam.
-- TKP 9, lupa tanggal, bula Nopember 2017, di kos-kosan Balongsari. Hasil Suzuki Satria FU warna hitam.
"Kelompok Faruk sebenarnya ada 5 orang. Tiga berhasil kami tangkap. Satu lainnya ditangkap Polres Bangkalan. Nah untuk pelaku tersisa (Bs), saat ini tengah kami buru," tandas AKP Manullang.
Sementara itu, kepada penyidik Faruk mengaku jika dirinya tidak ada pilihan lain selain menjadi pencuri. Diakunya, orang tua dan keluarganya sudah tidak mengurusinya. Atas pelajaran yang diterimanya di lembaga pemasyarakatan, dia akhirnya merekrut seluruh anggotanya. Selain membagi tugas dan peran anggotanya, Faruk lah yang menyimpan sekaligus menjual motor motor hasil curian.
"Uang hasil penjualan motor curian saya yang membaginya. Tapi kadang-kadang kami kumpulkan untuk bersenang-senang. Baik di cafe maupun karaoke. Selebihnya, kami buat keperluan hidup sehari-hari," aku remaja bertubuh kurus tinggi ini. bkr
Editor : Redaksi