SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Terkait perjalanan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama puluhan pejabat eselon II, III dan stafnya ke Malaysia, hingga Selasa (21/11/2017), masih hangat diperbincangkan banyak masyarakat Gresik.
Selain kalangan masyarakat, perbincangan serupa juga masih hanta di lingkungan DPRD daerah ini. Tak tanggung-tanggung dari gedung parlemen ini, ada lima fraksi mufakat mendesak DPRD untuk membentuk pansus dan mengusut perjalanan berjamaahnya orang nomor satu di Pemkab Gresik ini ke negeri Jiran pada 17-19 November 2017 lalu.
Kelima fraksi yang mendesak pembentukan pansus tersebut yakni Fraksi Golkar, PAN, PPP, PD dan PDI Perjuangan. Desakan kelima fraksi ini untuk segera dibentuk pansus bukan tanpa alasan. Satunya sebagaimana dikemukakan Khamsun, Ketua DPD PAN Gresik, adanya isu yang beredar di lingkup pejabat bahwa keberangkatannya ke Malaysia diduga kuat menggunakan dana APBD yang diambil dari dana taktis.
"Alasan inilah kami meminta dan mendesak masalah ini diusut tuntas jangan supaya jelas dan tidak menciderai kepercayaan masyarakat," kata Khamsun di Gresik.
Alasan kenapa persoalan perjalanan berjamaah Bupati Gresik ke Malaysia ini seolah-olah dibesar-besarkan, tidak lain minimnya kepekaan para pejabat tersebut dalam menilai hal yang urgent yang harus dikedepankan di tengah kondisi keuangan daerah yang kritis ini. Jika sekedar ingin bertemu kangen TKI asal Gresik yang ada di negeri Jiran, tak perlu semua berangkat. Kendati, uang pribadi.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua DPC PDIP Siti Muafiyah. Karenanya, dia memerintahkan Ketua Fraksi PDIP Mujid Riduan agar menindaklanjuti usulan pembentukan pansus dan dugaan penggunaan dana taktis tersebut.
"Keputusan bupati melakukan perjalanan berjamaah ini membuat kegaduhan di masyarakat. Makanya, DPRD bisa saja menggunakan hak menyatakan pendapat, hak interpelasi, atau bahkan hak angket sebagai tindaklanjut terhadap kebijakan tersebut," tandas Ketua Parpol berlambang kepala Banteng moncong putih ini.
Lalu bagaimana pendapat Partai Golkar yang konon adalah parpol pendukung Bupati Sambari?.
Seperti diungkapkan Ketua DPD Golkar Gresik H Ahmad Nurhamim mendesak DPRD setempat segera mempansuskan kunjungan Bupati Sambari Halim Radianto ke Malaysia selama tiga hari kemarin.
Ahmad Nurhamim bersikukuh bahwa partainya akan koordinasi dengan Fraksi Golkar agar meneruskan ke anggotanya di dewan terkait usulan pembentukan pansus.
Kenapa hal ini dilakukan karena inilah bentuk assesment moralitas Partai Golkar kepada rakyat.
"Golkar konsisten dengan pembelaan terhadap rakyat, makanya kita tak main-main pertanyakan perjalanan berjamaah ini ke anggota kami di dewan," tegasnya.
Sementara itu, pengurus MUI Gresik yang juga Ketua Takmir Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Uztad Misbah berpendapat mengenai perjalanan bupati bersama pejabatnya ini, untuk didalami betul sehingga tidak simpang siur.
Terutama kata Uztad Misbah, adalah sumber dana yang dipakai rombongan harus betul-betul didalami. Pasalnya, jika rombongan ini bertolak hanya sekedar bersilaturahmi dengan warga Gresik yang ada di Malaysia menggunakan dana APBD, berarti ada yang salah disana.
"Tapi kalau murni dana pribadi, tentu tak masalah. Lagi pula bersamaan hari libur kerja," kata Uztad Misbah kepada Surabaya Pagi.
Tanggapan Wakil Bupati
Menyikapi kegaduhan perjalanan Bupati Gresik bersama pejabat Pemkab ke Malaysia, menurut Wakil Bupati HM Qosim kepada Surabaya Pagi, Selasa (21/11/2017) kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi pejabat ke rakyatnya. Agendanya, untuk menyerap aspirasi dari mereka sekaligus memberitahukan terkait kemajuan pembangunan Gresik saat ini.
Diakui Qosim, dibalik kunjungan ini tidaklah ada masalah. Kalau yang dikhawatirkan dalam perjalanan tersebut menggunakan dana APBD, dengan tegas Wabup membantah dan meluruskannya agar tidak menjadi fitnah
"Kami berangkat bersama beberapa pejabat termasuk camat dan dua anggota legislatif ke Malaysia Sabtu-Minggu murni pakai dana pribadi. Tidak ada sepeserpun dana APBD," terang H. M Qosim.
Dia juga mempertanyakan ikhwal kunjungannya ke Malaysia ini apakah salah. Toh, mereka berangkat di hari libur dan kembali ke tanah air juga hari libur dan tidak mengganggu kinerja.
"Subhanallah, pertemuan pejabat dengan warga Gresik di Jiran itu, temu kangen. Pak bupati bisa serap masukan dari mereka, juga pak bupati nasehati mereka. Jadi apa yang salah ya," tanya HM Qosim seraya menegaskan bahwa jumlah rombongan hanya 80 orang termasuk dua anggota dewan yang ikut dalam kunker tersebut. mis
Editor : Redaksi