Lomba Panahan Tradisional Bertajuk ‘Gladen Alit’ di Nganjuk, Berbaju Adat Jawa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Panahan tradisional di Nganjuk, dengan peserta berpakaian adat Jawa. SP/ NGJ
Panahan tradisional di Nganjuk, dengan peserta berpakaian adat Jawa. SP/ NGJ

i

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Keseruan lomba panahan tradisional di halaman utara GOR Bung Karno Begadung, Kecamatan Nganjuk, dipenuhi anak-anak dan remaja dengan busur panah kayu di tangan, dimana peserta tersebut menggunakan baju adat jawa yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

Dalam Lomba Panahan Tradisional bertajuk "Gladen Alit" ini tidak hanya menguji ketepatan membidik sasaran. Tetapi juga mengenalkan warisan budaya Jawa kepada generasi muda. Dan uniknya, masing-masing tampil dengan balutan pakaian tradisional Jawa. Yang laki-laki mengenakan surjan lurik dan blangkon. Sedangkan yang perempuan tampak anggun dalam balutan kebaya dan jarik.

Ketua pelaksana lomba, Luthfi Wahdyan Rozaqi mengungkap, jika lomba tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.089 Kabupaten Nganjuk. Dan sebanyak 44 peserta turut ambil bagian dalam lomba kali ini, yang terbagi dalam kategori U-11 dan U-18.

"Untuk memeriahkan hari jadi Nganjuk. Tahun lalu ada Gladen Ageng yang bersifat open tournament, sedangkan sekarang Gladen Alit khusus peserta lokal. Para peserta berasal dari ekstrakurikuler sekolah dan klub panahan. Seluruh peserta berlaga di kelas horsebow, salah satu cabang panahan tradisional selain jemparingan dan barebow," ujar Luthfi, Senin (20/04/2026).

Lebih lanjut, ciri khas panahan tradisional menurut Luthfi adalah penggunaan busur berbahan kayu atau bambu. Di cabang jemparingan lebih khas lagi, karena pesertanya membidik sasaran sambil duduk bersila. Adanya lomba ini selain untuk pengembangan olahraga dan mencetak atlet unggul, ini juga sarana rekreasi sekaligus pelestarian budaya.

Kepala Disporabudpar Nganjuk, Gunawan Widagdo menambahkan, lomba ini selain untuk pengembangan olahraga dan mencetak atlet unggul, ini juga sarana rekreasi sekaligus pelestarian budaya. "Panahan tradisional adalah warisan budaya yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram," ungkap Kepala Disporabudpar Nganjuk, Gunawan Widagdo. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …