SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Komplotan begal kembali beraksi di Jalan Ir Soekarno (Merr) Surabaya, setelah lama tiarap. Seorang mahasiswa menjadi korban aksi para penjahat jalanan ini. Kendati motornya tidak berhasil dirampas, namun korban menderita sejumlah luka akibat dipukuli para pelaku. Selain itu, tas korban berisi HP dan dokumen penting berhasil dibawa kabur para pelaku. Kasus tersebut saat ini dalam penanganan Polsek Rungkut.
Peristiwa mendebarkan itu menimpa Komang Gotra Kalingga, pada Senin (11/12/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib. Saat itu, Komang mengendarai motor Honda Spacy miliknya, sendirian. Pemuda 22 tahun itu dari Wonokromo dan hendak pulang ke rumahnya di daerah Medokan Asri Utara, Surabaya. Nah, sampai di Jalan Ir Soekarno (Merr), dia tiba-tiba dipepet sebuah motor yang ditumpangi dua pria.
"Motor adik saya (Komang, red) dihentikan dua pria tadi diantara Indomaret - Soto Wawan Jalan Ir Soekarno. Karena dipepet, adik saya tidak bisa melaju. Adik saya kemudian mengambil kontak motornya dan mencoba menghindari kedua pria tadi," papar Putu Wisem, kakak kandung Komang kepada Surabaya Pagi.
Melihat adiknya agak menjauh, lanjut Putu. Kedua pria tadi langsung turun dari motornya dan memukuli adiknya. Kendati sempat melawan, Komang akhirnya kalah. Sejumlah luka lebam dideritanya. Beruntung, Komang sempat berteriak minta tolong. Hingga dua pria tadi akhirnya kabur. "Tapi mereka berhasil merampas tas ransel adik saya. Berisi HP, dompet dan dokumen-dokumen penting," beber Putu.
Dari cerita adiknya, Putu menjelaskan jika kedua pelaku menggunakan motor vario putih. Yang joki motor berbadan tinggi tegap. Sedangkan yang belakang menggunakan jaket salah satu ojek online. Setelah merampas tas adiknya, kedua pelaku kabur kearah Gunung Anyar. Setelah itu, adiknya pulang dan menceritakan kejadian yang menimpanya.
"Saya sudah melaporkan kejadian yang menimpa adik saya ke Polsek Rungkut. Laporan kami sudah diterima," tandas Putu. Wanita ini menambahkan, adiknya yang juga mahasiswa di Untag tersebut sudah menjanali visum dokter. Dan dari hasil visum itu, dokter menyatakan jika adiknya mengalami patah tulang pada bagian hidungnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rungkut AKP Abdul Karim membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut. Pihaknya saat ini juga sudah meminta keterangan korban (Komang, red). Selain itu, hingga saat ini anggotanya sudah menyebar untuk mencari petunjuk lain untuk mengidentifikasi para pelaku. Sebab disekitar TKP, pihaknya tidak menemukan CCTV yang berhasil merekam kejadian itu.
"Kami masih berusaha untuk mengidentifikasi siapa pelakunya. Sebab bukti dan petunjuk di TKP masih minim," pungkas AKP Abdul Karim. bkr
Editor : Redaksi