SURABAYAPAGI.COM, Jember - Warga Desa Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, digemparkan dengan tewasnya tiga dari empat orang yang diduga penambang emas liar,karena terjebak dalam lubang yang digali di petak 42 RPH, Ahad (11/12/2017) sore.
Diketahui, korban bernama Taufik (40), Bari (18), Fredi (27), dan Wardi (57) yang merupakan warga Desa Subo dan Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Beruntung, satu orang bernama Fredi yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
"Setelah mendapatkan informasi, saya bersama Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas turun ke lokasi dengan Wakapolres Jember Kompol Edo Satya Kentriko dan Kepala BPBD Jember Widi Prasetyo," jelas Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Rudianto, saat di lokasi kejadian.
Dengan perencanaan matang, Dandim Jember bersama tim SAR gabungan melakukan perencanaan untuk menyelamatkan empat korban yang terjebak di dalam lubang yang digali bersama rekan-rekan penambang tersebut selama beberapa hari lalu.
"Korban satu persatu berhasil dievakuasi dari lubang, namun tiga korban dinyatakan meninggal dunia saat dievakuasi dan satu korban masih hidup dalam kondisi yang kritis, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember," tuturnya.
Upaya evakuasi penyelamatan empat penambang tersebut mengalami berbagai kendala karena medannya licin akibat terguyur hujan dan saat proses evakuasi berlangsung sempat diguyur hujan gerimis, sehingga dipasang tenda untuk memudahkan tim melakukan evakuasi.
"Pukul 16.30 WIB, setelah semua korban dapat dievakuasi baik korban yang masih hidup maupun yang meninggal dunia. Seluruh korban dibawa ke RSD dr Soebandi Jember," tegasnya
Polisi langsung memasang garis polisi (police line) untuk dilakukan penyelidikan oleh Polres Jember untuk mengetahui penyebab meninggalnya tiga penambang yang terjebak dalam lubang.
Menurut beberapa sumber di lapangan, empat korban yang terjebak tersebut awalnya datang ke lokasi bersama empat rekan lainnya, sehingga ada delapan penambang yang membuat lubang sejak beberapa hari yang lalu,” ndik
Editor : Redaksi