SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kebijakan penerapan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tren positif bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Pasalnya, setelah penerapan skema kebijakan tersebut, Pemkab bahkan bisa menghemat anggaran hingga Rp9 miliar.
Dari penghematan anggaran senilai miliaran tersebut, Pemkab Trenggalek nantinya akan fokus mengalihkannya untuk pembangunan infrastruktur jalan. Meski demikian, kebijakan tersebut masih dalam tahap penghitungan dampak riil, khususnya terkait efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda, penghematan dari WFH ini nantinya sekitar Rp9 miliar. Nantinya akan kita alokasikan kembali untuk infrastruktur jalan,” ujar Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Senin (20/04/2026).
Lebih lanjut, penerapan WFH tidak sekadar mengikuti tren, melainkan harus memberikan manfaat efisiensi yang terukur. Karena itu, skema pelaksanaannya tengah disiapkan secara matang agar tidak menimbulkan potensi pemborosan baru. Dalam rencana yang disusun, WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan, yakni setiap Rabu.
“Selama ini kami belum menjalankan karena saya ingin WFH nanti benar-benar berdampak pada penghematan konsumsi BBM,” jelasnya.
Untuk pemilihan hari tersebut bertujuan menghindari potensi libur panjang yang dapat mengganggu produktivitas. “Kami izin melaksanakan nanti setiap hari Rabu, bukan hari Jumat agar tidak terjadi long weekend. Jadi ASN bekerja dari rumah, bukan libur,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati Arifin memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diminta tetap menjaga kualitas layanan. Dan dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengalihkan anggaran ke sektor prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur jalan. tr-02/dsy
Editor : Redaksi