Pelaku UMKM di Magetan Gigit Jari, Harga Plastik dan Minyak Goreng Melonjak Naik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu toko plastik di Pasar Sayur di Magetan, Jawa Timur. SP/ MGT
Ilustrasi. Salah satu toko plastik di Pasar Sayur di Magetan, Jawa Timur. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Fenomena harga plastik di beberapa daerah mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satunya di Magetan, Jawa Timur. Bahkan tak hanya plastik, harga minyak goreng pun juga melonjak naik dalam dua pekan terakhir. Tentu saja hal tersebut membuat pelaku UMKM setempat gigit jari dan kelimpungan.

Biaya produksi yang membengkak memaksa mereka mengambil langkah sulit, mulai dari menaikkan harga hingga mengurangi ukuran produk. Kondisi ini tak hanya dirasakan pelaku usaha rumahan, tetapi juga pedagang gorengan yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai bahan utama.

Diketahui, untuk Minyak goreng subsidi MinyaKita kini dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sejumlah pasar, harga per liter mencapai Rp20 ribu hingga Rp22 ribu. Kenaikan harga bahkan sudah terjadi hampir dua pekan terakhir.

"Harga MinyaKita naik dari Rp195 ribu per karton isi 12 menjadi Rp230 ribu. Kami jual eceran Rp20 ribu sampai Rp21 ribu,” ujar seorang pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan, Senin (20/04/2026).

Selain MinyaKita, minyak goreng kemasan non-subsidi juga ikut naik. Sementara minyak curah juga ikut naik meski kecil. Kenaikan ini diduga dipicu oleh melonjaknya harga plastik di pasar global serta dampak situasi geopolitik dunia. Kenaikan harga bahan baku langsung memukul pelaku usaha kecil. 

"Bahan baku seperti kedelai juga naik, ditambah minyak goreng mahal. Jadi serba sulit,” keluh Parmiati, pedagang tahu goreng.

Meski dua komoditas tersebut harganya naik. Dirinya mengaku tak berani menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan. Sebagai solusi, ia memilih mengecilkan ukuran dagangan.

Perlu diketahui, tak hanya minyak goreng, harga plastik juga mengalami lonjakan signifikan, yakni 30 hingga 50 persen tergantung jenisnya. Santi, pedagang plastik di Pasar Baru Magetan, mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada plastik bening non-daur ulang. 

Kenaikan ini berdampak langsung pada turunnya daya beli masyarakat. Banyak pembeli kini mengurangi jumlah pembelian. Para pelaku UMKM berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga, serta kondisi global segera membaik agar aktivitas ekonomi kembali normal. mg-01/dsy

Berita Terbaru

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…