Rusia Protes Latihan Gabungan di Semenanjung Korea

surabayapagi.com
Berbicara saat melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov menuturkan, latihan gabungan tersebut hanya akan menimbulkan histeria dan menciptakan lebih banyak ketidakstabilan di wilayah tersebut. TOKYO, Suzuki San. Gerasimov memprotes latihan gabungan yang digelar oleh Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan (Korsel). Ketiga negara itu mengadakan latihan pelacakan peluru kendali. "Melaksanakan latihan militer di wilayah sekitar Korea Utara (Korut) hanya akan meningkatkan histeria dan membuat situasi tidak stabil," kata Gerasimov sebelum melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, seperti dilansir Reuters. Seperti diketahui, ketiga negara itu menggelar latihan gabungan mulai hari ini, hingga esok hari. "Latihan tersebut akan menjadi latihan berbagi informasi keenam dalam melacak rudal balistik di antara ketiga negara," kata Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, kemarin. Pihak Jepang tidak mengatakan apakah sistem pertahanan rudal THAAD yang kontroversial akan terlibat. Instalasi sistem anti rudal THAAD di Korsel telah membuat marah China, yang khawatir radar kuatnya bisa melihat jauh ke China dan mengancam keamanannya sendiri. Latihan perang ini sendiri dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah AS dan Korsel melakukan latihan udara besar-besaran. Korut mengecam latihan tersebut dengan mengatakan latihan itu membuat pecahnya perang sebuah fakta yang tidak bisa dihindari. 04

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru