SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya mengebut pembebasan lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar timur (JLLT) yang akan dibangun sepanjang 16 kilometer. Pembebasan lahan untuk proyek Outer East Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) sejauh ini baru berjalan 25 persen.
Dimana proyek ini proyek JLLT ditargetkan selesai pada 2019 mendatang, untuk mendukung itu semua Pemkot Surabaya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Kota (BAPPEKO) sudah menyiapkan anggaran sebesar Belanja infrastruktur (termasuk pengadaan tanah, bangunan jalan, bangunan air dan gedung) Rp. 2.083.773.908.186,- atau 22.86�ri anggaran APBD 2018 kota Surabaya sebesar Rp 9,11 triliun .
“ Anggaran Infrastruktur ini, kami memang fokuskan untuk dalam pembangunan jalan melalui dari Proyek Merr yang tinggal sedikit lagi dan JLLT, sehingga Bu Erna (Kepala Dinas Binamarga dan Pematusan Kota Surabaya ) fokus untuk pembebasan lahan sehingga tahun depan bisa dibangun ,” ungkap Agus Sonhaji.
Menurut Agus Sonhaji fokus di 2018 ini adalah pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT), dan menuntaskan ujungnya jalur Middle East Ring Road (MERR). Dia menyebut di tahun ini, pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan akan fokus pada pembebasan lahan dan tahun depan mulai pembangunan fisik.
Penambahan jalan-jalan baru juga menjadi concern pemkot. Menurut Agus Sonhaji, infrastruktur pembangunan jalan menjadi fokus Pemkot Surabaya karena berpengaruh dalam menunjang perekonomian di Kota Surabaya. Dengan jalan diperbanyak, lalu lintas akan semakin lancar dan ekonomi masyarakat akan meningkat.
“Ini penting untuk menekan biaya logistik. Termasuk juga pemeliharaan jalan existing,” sambung Agus Sonhaji.
Agus Sonhaji menargetkan untuk pembebasan lahan untuk JLLT ini bisa terselesaikan pada tahun 2018. “ kami target 2018 pembebasan lahan ini bisa selesai semua, nanti kita kebut untuk pembangunan agas bisa mencapai target 2019 ini selesai,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Buchori Imron mengatakan, untuk JLLT ini memang ini baru dimulai, “ kalau JLLT ini kan baru di mulai, yang kita tunggulah apa sesuai target apa tidak,” katanya.
Buchori mengakui, dalam pembebasan lahan ini memang tidak mudah, banyak hambatan yang harus dilalui, tapi Pemerintah kota Surabaya harus mampu mengerjakan proyek tersebut semaksimal mungkin.
Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini jalan JLLT ini cukup besar. Selain untuk konektivitas antar wilayah juga bisa memperlancar arus lalu lintas dengan penyediaan kapasitas jalan baru.
“Setelah JLLT ini jadi akan banyak yang diuntungkan dan bisa menumbuhkan perekonomian Surabaya,” katanya. alq
Editor : Redaksi