Harga Sembako Masih Stabil

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan natal dan tahun baru akan berdampak pada peningkatan kebutuhan. Untuk menekan tak terjadinya kenaikan, Polda Jatim menerjunkan Tim Satgas Pangan untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar seluruh Jatim. Pasalnya, dalam persiapan liburan panjang itu dikhawatirkan harga dimainkan oleh spekulan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, menjelaskan di wilayah Jatim harus bersih dari kartelisasi atau penimbunan kebutuhan pokok di gudang. "Pendistribusian dari produsen ke konsumen sangat jelas. Kalau sampai ada yang diketahui menimbun barang, pasti ditindak tegas," tandasnya, Senin (11/12). Yang paling diwaspadai dalam pemantauan di pasar yakni, garam, gula, beras, minyak goreng dan kebutuhan lain. Terkait kebutuhan garam dan gula diimbau harganya tidak dipermainkan. "Mengingat cuaca yang ekstrem seperti ini, kebutuhan garam meningkat. Sementara kebutuhan garam terpengaruh oleh cuaca hujan," jelasnya. Sementara itu, Tim Satgas Pangan Polda Jatim yang memantau di lima pasar yakni Pasar Wonokromo, Genteng, Keputran, Tambak Rejo dan Pasar Pucang. Harga beras, gula pasir, bawang putih, tepung dan minyak goreng masih stabil. Beras dijual antara Rp 8.500 sampai Rp 11.000/kg. Gula pasir dijual Rp 12.500, bawang putih Rp 17.500/kg. "Itulah perlunya melihat kondisi riil di lapangan," tandasnya. Tim Satgas Pangan juga memantau kebutuhan elpiji 3 kg di pasaran. Karena di beberapa daerah di luar Jatim sudah banyak yang mengalami kelangkaan elpiji. "Distributor dan agen elpiji terus dipantau. Apakah ada stok yang kosong atau tidak," tandasnya, Senin (11/12). Terkait elpiji, mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini menegaskan jangan sampai ada agen atau distributor yang mengurangi isi elpiji. Karena tidak menutup kemungkinan dengan kondisi yang seperti ini ada tengara pengurangan isi. "Masyarakat yang membeli elpiji 3 kg dengan jumlah banyak patut dicurigai. Berdasarkan pengalaman yang lalu, elpiji 3 kg itu dipindah ke tabung 12 kg dan dijual dengan harga tinggi," paparnya. nt

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru