Antisipasi Kenakalan Pelajar, Dewan Usulkan Bentuk Satgas

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, KEDIRI - Banyaknya temuan kenakalan remaja, DPRD Kota Kediri mengusulkan pembentukan satgas khusus pelajar. Usulan itu agar dalam penanganan kenakalan pelajar dapat segera mendapat langkah pembinaan. Usulan disampaikan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pandangan akhir di rapat paripurna III beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, pembentukan satgas ini masih dalam kajian untuk menguji efektivitas pembentukan satgas khusus pelajar. Saat ini kenakalan remaja cenderung meningkat seiring perkembangan zaman yang menjadi salah satu alasan perlunya dibentuk satgas khusus pelajar. Keberadaan satgas ini diharapkan mampu meminimalisir kenakalan anak untuk mewujudkan greget Kota Kediri menjadi Kota Layak Anak. "Dalam pandangan akhir kami (Fraksi PAN) perlu adanya pembentukan Satgas Khusus Pelajar. Ini harus segera ditindaklanjuti," jelas Reza Darwawan Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Selasa (12/12/2017). Reza menyebut, selain melibatkan beberapa instansi seperti guru, wali murid, nantinya satgas ini juga akan melibatkan pihak eksternal, seperti pelaku usaha dan lain sebagainya. Tak pelak keterlibatan pihak eksternal sangat vital dalam kiprah satgas khusus pelajar mengingat lokasi yang dimiliki pelaku usaha sering di gunakan pelajar untuk nongkrong ataupun membolos. "Saya mengusulkan seperti itu. Artinya ada keterlibatan pihak eksternal. Ini sedang proses, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan segera terealisasi," imbuhnya. Ia menjelaskan, tugas satgas khusus pelajar nantinya akan memantau aktifitas pelajar di luar jam pembelajaran sekolah. Sebab, dalam aktifitas di luar sekolah rawan terkontaminasi dengan pengaruh negatif yang berdampak buruk pada anak. Reza mencontohkan kenakalan pelajar seperti adanya sembilan pelajar yang terjaring petugas Satpol PP Kota Kediri ketika tengah asyik ngopi di jam sekolah. "Dengan adanya satgas ini, kedepan kejadian itu semoga tak akan terulang. Mengenai teknisnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru