SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Gresik melalui Tim Satgas Pangannya terus memantau harga kebutuhan pokok di pasar seluruh wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pasalnya, dalam persiapan menyambut momentum ini ditambah liburan panjang dikhawatirkan harga dimainkan oleh spekulan.
Dansatgas Pangan Polres Gresik Iptu Turkhan Badri, menjelaskan di wilayah Gresik harus bersih dari penimbunan kebutuhan pokok. Sehingga tidak ada kelangkaan kebutuhan pokok, karena bisa saja memicu terjadinya kenaikan harga yang membebani masyarakat.
Yang paling diwaspadai dalam pemantauan di pasar adalah kebutuhan sembako, seperti gula, beras, minyak goreng, garam, dan kebutuhan lain. Bagaimana tidak, bahan pokok ini sebut Turkhan merupakan bahan primer di masyarakat.
"Hasil monitoring sampai hari ini Rabu (13/12/2017), harga kebutuhan pokok tidak ada kenaikan harga. Bahkan beberapa komoditi justru harganya turun," ujar Turkhan kepada Surabaya Pagi, Rabu (13/12/2017).
Dikatakannya, komoditi yang mengalami penurunan harga diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur ayam ras, susu, kacang kedelai, bawang putih dan bawang merah.
"Komoditi ini penurunan harganya mencapai 10 persen," tandas Iptu Turkham.
Dibalik dari adanya penurunan harga, di satu sisi ada komoditi lain yang justru harganya naik yakni jagung, dan cabe merah kriting. Tiga komoditi ini kenaikan harganya rata-rata tujuh persen dari harga normal.
Namun alasan terjadinya kenaikan harga tersebut, akibat faktor cuaca yang sudah memasuki musim penghujan.
Sementara itu, hasil investigasi wartawan Surabaya Pagi di dua pasar besar di Gresik yakni Pasar Baru dan Pasar Sidomoro diperoleh beberapa harga komoditi memang masih stabil.
Seperti harga beras, gula pasir, bawang putih, tepung dan minyak goreng masih stabil. Beras dijual antara Rp 8.500 sampai Rp 11.000/kg. Gula pasir dijual Rp 10.000, bawang putih Rp 18.000/kg. mis
Editor : Redaksi