SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hampir sebulan, peristiwa berdarah di Jalan Indrapura Surabaya atas ulah penjahat jalanan terjadi. Hampir sebulan pula, Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya menyebar untuk memburu pelakunya. Kasus itu menjadi atensi Polrestabes Surabaya. Sebab pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) yang beraksi saat itu, membuat Suminah (46), warga Jalan Pesapen Gang III no 46 Surabaya, tewas di TKP setelah jatuh dari motornya saat tas miliknya dirampas para pelaku.
Suminah tewas pada Kamis (16/11/2017) malam lalu, sekitar pukul 22.30 Wib. Tas miliknya dirampas kawanan pelaku tepat di depan Kantor Bank Mandiri, Jalan Indrapura 45 Surabaya. Sejak saat itulah, Satreskrim Polrestabes Surabaya menurunkan Tim Anti Bandit untuk melakukan penyelidikan siapa pelaku curas yang 'bekerja' malam itu. Namun, bukan hal mudah mengidentifikasi pelaku. Sebab di TKP, sangat minim saksi. Apalagi tak ada satupun CCTV yang berhasil merekamnya.
Hampir satu bulan melakukan perburuan. Rabu (13/12/2017), Surabaya Pagi mendapat informasi bahwa Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya telah berhasil mengidentifikasi pelakunya. Informasi tersebut diperkuat dengan keterangan yang disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela. "Benar, kami sudah kantongi identitas pelaku," sebutnya.
Secara detail, Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) tahun 2000 ini membeberkan jika pelaku yang teridentifikasi ada dua orang. Kedua pelaku tersebut biasa menggunakan motor Satria FU saat beraksi. Hal itu sama persis dengan kesaksian satpam Bank BNI Jalan Indrapura yang melihat sekilas bahwa pelaku menggunakan Satria FU saat menjambret tas korban Suminah.
Dugaan sementara, pelaku merupakan pemain lama yang juga menjadi buruan Polrestabes Surabaya sejak lama. Teka-teki identitas pelaku tersebut dipecahkan oleh Tim Anti Bandit Unit Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, yaitu oleh Iptu Rizkika Atmadha Putra dan timnya. "Tempat persembunyian para pelaku juga sudah berhasil kami ketahui. Tim kami sudah mendekat kesana, dan semoga ada hasil positif malam ini," tegas AKBP Leonard.
Dari informasi yang didapat Surabaya Pagi di lapangan, pelaku merupakan kelompok Dupak. Kelompok ini merupakan kelompok lama yang kerap beraksi di Jalan Indrapura dan wilayah Surabaya Barat.
Diberitakan sebelumnya, korban Suminah dijambret saat perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Mal BG Junction Surabaya. Awalnya, Suminah diduga tewas karena kecelakaan. Sebab tidak ada satu saksi pun yang melihat langsung kejadian. Namun setelah identitas Suminah terungkap dan polisi bertemu keluarganya, baru diketahui Suminah adalah korban kejahatan. Sebab tas yang berisi HP dan barang lainnya hilang. Suminah tewas di TKP saat terpelanting dari motor Mio putih L 5370 QL miliknya, setelah tasnya dirampas para pelaku. bkr
Editor : Redaksi