40 Desa Terima Bantuan Motor Angkut Sampah

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebanyak 40 perwakilan desa di Kabupaten Bojonegoro mendapat penyaluran program motor roda tiga. Motor tersebut nantinya digunakan sebagai pengangkut sampah rumah tangga untuk mengurangi emisi karbon. Sampah yang terkumpul selanjutnya tidak hanya ditumpuk, namun dikelola menjadi barang bernilai rupiah. Wakil ketua Komisi VII DPR RI, Setya Widya Yudha mengatakan, penyaluran bantuan sepeda motor roda tiga tersebut merupakan kerja sama program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Penyerahan bantuan dipusatkan di Balai Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Sabtu (16/12/2017). Menurut Setya Yudha, di Indonesia tidak banyak kota atau kabupaten yang memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) yang lebih dari empat titik. Sehingga petugas maupun masyarakat sering mengalami kendala saat akan membuang sampah ke TPA, terutama jarak tempuh. Apalagi, lanjut dia, Bojonegoro hanya punya satu TPA, sehingga diperlukan alat transportasi supaya mobilitas pembuangan sampah mudah. "Pemanfaatan sepeda motor roda tiga ini akan terus kita pantau," ungkapnya. Saat ini, menurut politisi Partai Golkar itu, dalam ratifikasi paris hasil perubahan iklim tahun 2016, mengatakan bahwa Indonesia harus mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2030. Sedangkan pengurangan emisi karbon yang langsung dirasakan oleh masyarakat adalah pengelolaan sampah. "Motor roda tiga ini bisa digunakan sebagai pengangkut sampah ke penampungan sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujarnya. Sehingga, selain menyalurkan bantuan berupa motor roda tiga sebagai pengangkut sampah, hal yang harus dilakukan adalah memberi pendidikan kepada masyarakat untuk bisa memisahkan sampah organik dan non organik. "Kedepan masyarakat bisa memisahkan sampah dan mengelola sampah menjadi energi, pupuk maupun bahan yang bermanfaat. Jadi tidak hanya menumpuk dan menimbulkan racun," terangnya. Selain sepeda roda tiga, dia juga menyalurkan puluhan bibit kelapa kopyor dari Kementerian Riset dan Teknologi kepada penerima manfaat yang tersebar di wilayah Bojonegoro timur. Pemanfaatan tanaman kelapa kopyor ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Kemenristek dari aspek tanaman dan aspek teknologi tepat guna. "Wilayah Bojonegoro diberikan program benih kelapa kopyor ini untuk dikembangkan. Keunggulannya kelapa kopyor, masa tanamnya cepat serta produktivitasnya cepat," bebernya. Sekadar diketahui, penyerahan bantuan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan Hanafi, Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin, serta belasan kepala desa di wilayah Kecamatan Kapas, Sumberejo, Kalitidu dan Ngraho. "Di Bojonegoro setiap hari ada 3.700 meter kubik. Adanya bantuan motor ini sangat membantu pengelolaan sampah," jelasnya. Br-01

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru