SURABAYAPAGI.com, Jember - Ketua KPU Jember Ahmad Hanafi mengatakan, berdasarkan partisipasi pemilu bupati dan wakil bupati, dari 1.600 pemilih difabel dalam daftar pemilih tetap (DPT), hanya 11,8 persen yang hadir.
Partisipasi kaum difabel atau berkebutuhan khusus dalam pemilihan umum di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih rendah. Komisi Pemilihan Umum setempat berusaha meningkatkan pelayanan.
"Kami berharap ada masukan kepada kami apa sebetulnya yang jadi kendala," katanya, usai acara Workshop Pemuda Disabilitas yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Persatuan Penyandang Cacat Kabupaten Jember, di Jember.
Hanafi menduga ada dua faktor pemicu. "Bisa jadi karena akses di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Bisa jadi juga karena kesadaran politik mereka sendiri, karena tak ada calon yang memenuhi harapan mereka," katanya.
Hanafi sendiri yakin selama ini fasilitas TPS di Jember sudah bisa diakses kaum difabel. "Cuma yang jadi keragu-raguan kami adalah akses menuju TPS yang jadi problem. Bukan TPS-nya. Secara geografis banyak yang terletak di dataran tinggi dan bergunung-gunung," katanya.
Dari aspek TPS, secara teknis KPU Jember sudah meminta agar jajarannya memenuhi ketentuan agar bisa diakses saat kaum difabel menggunakan haknya. "Misalnya letak TPS, pintu masuk, posisi bilik suara, kotak suara, dan petugas pendamping," kata Hanafi. bj
Editor : Redaksi