SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintahan Kota Surabaya mendapat kritik tajam dari anggota DPRD terkait promosi wisata Kota Pahlawan itu. Menurut Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Agustin Poliana selama ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan promosi hanya sebagai seremonial belaka.
Pemkot Surabaya dinilai gagal melakukan upaya yang signigikan guna meningkatkan kunjungan wisata ke Surabaya.
"Semestinya seperti di Bali, wisatawan diikutkan paket-paket travel dan hotel, sehingga ketika mereka datang bisa dipandu untuk mengunjungi sejumlah lokasi wisata yang ada," kata Agustin Poliana kepada Antara di Surabaya, Selasa (19/12).
Menurut Agustin Poliana, kerja sama antara dinas pariwisata dengan pihak travel dan hotel perlu dilakukan secara terus menerus jika ingin menjadikan Surabaya sebagai kota wisata.
Upaya itu dilakukan, lanjut dia, agar para wisatawan mengetahui sejumlah destinasi wisata dan even yang berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan. "Kalau ingin kegiatan wisata yang ada menarik wisatawan, agenda tahunan bisa ditawarkan ke publik," katanya.
Agustin mengatakan banyak even dan destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan di Surabaya, seperti kegiatan Hari Pahlawan pada bulan November, wisata religi di kawasan Ampel, Taman Bungkul serta lainnya.
Ia menilai banyak tempat wisata di Surabaya yang bisa menjadi jujukan wisatawan. Selain situs sejarah dan religi, wisatawan bisa mengunjungi panorama alam Pantai Kenjeran, Jembatan Surabaya dengan air mancur menarinya, kesenian ludruk di Taman Hiburan Rakyat (THR).
Editor : Redaksi