Tol Sumo, Solusi Kemacetan Jangka Pendek

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan tiga seksi terakhir dari Ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Selasa(19/12). Ketiga seksi yang diresmikan Presiden meliputi Seksi IB Sepanjang-Western Ring Road (4,3 Km), Seksi II Western Ring Road-Driyorejo (5,1 Km), dan Seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). Laporan: Ibnu F Wibowo Peresmian pengoperasian dilangsungkan di Gerbang Tol (GT) Warugunung, yang juga turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Dengan beroperasinya seluruh seksi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto berarti semakin menghubungkan proyek Jalan Tol Trans Jawa yang akan membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Namun, menurut pakar transportasi asal ITS Machsus, Tol Sumo ini hanya akan memberi solusi bagi kemacetan untuk jangka pendek saja. Volume kendaraan yang terus bertambah tiap tahunnya turut menjadi alasan di balik pendapat tersebut. "Sepanjang jalan akses Surabaya ke Mojokerto itu kan didominasi kendaraan besar-besar yang mengangkut barang. Seharusnya ada pemisahan antara rute dan akses jalan antara pengguna jalan umum dengan mereka yang mengangkut barang. Baru itu bisa akan menjadi solusi yang lumayan membantu," ujar Machsus. Mudahnya kepemilikan kendaraan juga dipandang Machsus menjadi salah satu faktor terus meningkatnya potensi kemacetan di tiap tahunnya. "Harusnya pemerintah berani meregulasi soal kepemilikan kendaraan. Kalau itu dilakukan, maka kemacetan akan bisa ditekan. Keberadaan dan kemudahan akses kendaraan umum yang memadai juga akan sangat membantu. Sehingga minat masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi akan semakin meningkat," tegasnya. Namun, Machsus juga mengakui kalau tol tersebut, menjadi bukti keberhasilan pembangunan tol Trans Jawa. "Karena selama ini kan terlihat bahwa fokus pembangunan infrastruktur salah satunya adalah untuk menjadikan Pulau Jawa terhubung melalui Trans Jawa," jelasnya. Saat meresmikan Tol Sumo ini, Jokowi menyampaikan bahwa dengan bertambahnya jalan tol operasi maka daya saing negara Indonesia semakin tinggi. “Jika stok infrastruktur kita masih rendah dan stok infrastruktur negara lain lebih tinggi, artinya kita akan kalah bersaing dan mengakibatkan produk-produk kita lebih mahal. Inilah mengapa infrastruktur sangat penting untuk menjawab ketimpangan ekonomi daerah yang terjadi karena tidak adanya pemerataan pembangunan akibat tidak adanya konektivitas,” ucap Jokowi dalam sambutannya. Pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IB, Seksi II, dan Seksi III ini menyusul surat keputusan laik jalan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Nomor AJ.409/1/9/DRJD/2017 tanggal 1 November 2017, dan Berita Acara Evaluasi Laik Fungsi Nomor BA.202.2/BPJT/JL.03.04/2017 tanggal 27 Oktober 2017. Dengan itu dinyatakan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IB, Seksi II, dan Seksi III (Sepanjang-Krian) dinyatakan laik operasi dan dapat dioperasikan sebagai jalan tol. Peresmian ketiga seksi ini menyusul dua seksi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto yang telah dioperasikan terlebih dahulu, yaitu Seksi IA sepanjang 2,3 Km (Waru-Sepanjang, diresmikan September 2011), serta Seksi IV sepanjang 18,47 Km (Krian-Mojokerto, diresmikan Maret 2016). Dengan diresmikannya pengoperasian ketiga seksi tersebut, maka Jalan Tol Surabaya-Mojokerto dengan total sepanjang 36,27 Km telah beroperasi sepenuhnya. Jalan tol yang membentang dari Kota Surabaya hingga Kota Mojokerto ini dikelola oleh PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (PT JSM) yang merupakan anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Nilai investasi jalan tol yang melewati 4 wilayah kota/kabupaten ini sebesar Rp4.980.587.000.000 dengan kepemilikan mayoritas saham sebesar 55% oleh Jasa Marga, 25% oleh PT Moeladi, dan 20% oleh PT Wijaya Karya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru