Media Massa Masih Berpengaruh

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Media massa saat ini masih memiliki pengaruh yang kuat bagi masyarakat dalam kaitan politik. Hal tersebut diperkuat dengan hasil survei yang telah dilakukan oleh Surabaya Survey Centre (SSC). Sebanyak 46.3 persen responden menganggap bahwa bagi mereka, media massa masih cukup berpengaruh untuk menjadi penentu bagi pilihan mereka. Sementara, 10.9 persen lainnya menganggap media massa sangat berpengaruh bagi mereka untuk menentukan pilihan. Lebih lanjut, hasil survei yang telah dilakukan juga menunjukkan hasil bahwa televisi dan media cetak masih menjadi primadona di tengah gempuran perkembangan teknologi. Secara berurutan, televisi dan media cetak berada di posisi pertama dan kedua dengan persentase 72.9 serta 65.5 persen sebagai media massa yang paling diakses oleh responden. Bagaimana dengan portal internet? Hal tersebut menduduki posisi ketiga dengan 60.9 persen dan berada satu tingkat diatas radio yang memperoleh 49.7 persen. Data-data diatas diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei yang dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen. Berdasarkan hasil tersebut, Peneliti Senior SSC Imam Sofyan mengungkapkan bahwa media massa dapat dikatakan sebagai institusi pembentuk opini publik. Media massa juga punya kekuatan yang besar melalui pemberitaan yang mereka angkat untuk membentuk pemaknaan publik. “Sehingga, kalau dalam konteks politik, media ditunjukkan dengan kemampuannya dalam hal pemilihan isu. Sajian fakta dan cara pemaknaannya ini juga penting. Itu dalam artian lain biasa kita sebut dengan framing media,” kata Imam. Kondisi demikian, menurut Imam, menjadikan media massa menjadi pisau bermata dua. “Media massa ini bisa menjadi ancaman demokrasi ketika memiliki keberpihakan dan kepentingan tertentu. Tetapi, harus dilihat bahwa kuat lemahnya pengaruh media tidak bisa dipukul rata. Harus melihat jenis publik yang disasar,” jelasnya. “Karena dalam lingkungan publik yang media literasinya tinggi, sangat mungkin publik juga menyeleksi pemberitaan media . Meskipun, pada prinsipnya media massa memang menjadi sarana untuk pengenalan kandidat,” tegas Imam. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru